Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa gempa bumi berkekuatan 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menyebabkan 47 orang meninggal dunia. Gempa tersebut terjadi pada hari Jumat, 14 Agustus 2026, dan menimbulkan kerusakan signifikan di beberapa wilayah.
Menurut data yang dihimpun BNPB, selain korban jiwa, gempa ini juga mengakibatkan ratusan orang mengalami luka-luka dan ribuan rumah rusak. Tim SAR dan relawan terus melakukan evakuasi dan pencarian korban di lokasi-lokasi yang terdampak parah. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan bantuan logistik dan medis untuk mendukung upaya penanganan darurat.
Pemerintah daerah setempat bekerja sama dengan BNPB dan instansi terkait lainnya untuk memastikan penanganan korban dan distribusi bantuan berjalan lancar. “Kami berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan bantuan kepada para korban dan memastikan mereka mendapatkan perawatan yang diperlukan,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain itu, BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Pihak berwenang terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk meminimalkan dampak lebih lanjut. Upaya pemulihan dan rekonstruksi akan menjadi fokus utama setelah penanganan darurat selesai.



















