Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyasar 658.300 guru dan tenaga kependidikan di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten dalam tahap awal penguatan literasi gizi dan keamanan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan bertajuk Kick-off Literasi Gizi dan Keamanan Pangan itu digelar pada Rabu (12/8/2026) untuk memperluas edukasi kepada guru sebagai bagian dari upaya mendukung pelaksanaan MBG di lingkungan satuan pendidikan. Program tersebut nantinya ditargetkan menjangkau 3,5 juta guru di seluruh Indonesia melalui kegiatan edukasi yang dilakukan secara bertahap.
Jumlah sasaran pada tahap awal terdiri atas 53.831 guru dan tenaga kependidikan di DKI Jakarta, 492.944 orang di Jawa Barat, serta 111.525 orang di Banten. Kepala BGN Sudaryono mengatakan, literasi gizi penting karena keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh penyediaan makanan bagi peserta didik, tetapi juga pemahaman penerima manfaat terhadap makanan yang dikonsumsi.
BGN Perluas Literasi Gizi MBG kepada Guru
Sudaryono menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas komunikasi dan edukasi mengenai gizi serta keamanan pangan kepada guru di seluruh Indonesia.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Hari ini adalah kick-off. Di tahap awal ini kami menyasar 658.300 guru yang tersebar di DKI, Jawa Barat, dan Banten. Untuk kemudian nanti kami perlebar sehingga dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kami bisa menjangkau 3,5 juta guru yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Sudaryono.
Menurut dia, penyediaan makanan memang menjadi salah satu kegiatan terbesar dalam MBG. Namun, tujuan program tidak berhenti pada pemberian makanan, melainkan juga mencakup literasi dan edukasi mengenai gizi.
“Bukan hanya kemudian menyediakan makan. Memang itu menjadi salah satu kegiatan kita yang paling besar, tapi sebetulnya tujuannya bukan hanya itu. Salah satunya adalah terkait literasi dan edukasi terkait gizi,” katanya.
Guru Dinilai Berperan Strategis dalam Pelaksanaan MBG
Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Mariman Darto mengatakan, guru memiliki posisi strategis dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan MBG di lingkungan satuan pendidikan.
Selain mendampingi peserta didik ketika menerima makanan, guru dapat memberikan pemahaman mengenai gizi seimbang, keamanan pangan, kebersihan, serta kebiasaan hidup sehat. Guru juga berperan menghubungkan sekolah, peserta didik, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Para guru memiliki peran strategis dalam mendampingi peserta didik, memberikan edukasi tentang gizi seimbang dan keamanan pangan, menanamkan kebiasaan hidup bersih, serta bagaimana adab makan, sekaligus menjadi penghubung sekolah, peserta didik, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya,” jelas Mariman.
Mariman mengatakan, kegiatan kick-off akan dilanjutkan melalui webinar secara bertahap. Skema tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan edukasi dan memberikan dampak yang lebih luas kepada peserta didik penerima manfaat MBG.
“Kick-off hari ini menjadi tahap awal yang selanjutnya akan diteruskan melalui webinar secara bertahap untuk memperluas jangkauan edukasi sekaligus memberikan dampak yang lebih luas kepada peserta didik, penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis,” ujar Mariman.
Keamanan Pangan Menjadi Prioritas Utama
Selain literasi gizi, BGN menempatkan keamanan pangan sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan MBG. Sudaryono menegaskan, makanan yang diberikan kepada penerima manfaat harus dipastikan aman sebelum kandungan gizinya dibahas.
BGN memperkuat sistem keamanan pangan melalui penerapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), pengawasan, perbaikan sistem, serta keterlibatan publik.
“Kalau kita bicara bergizi, itu putaran kedua. Putaran pertamanya adalah bahwa makanan bergizi yang kita berikan itu harus aman terlebih dahulu,” tegas Sudaryono.
BGN menargetkan tidak ada penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan akibat makanan MBG. “Tujuan kami adalah nol. Tidak boleh satu orang pun, siapapun itu kemudian mengalami keracunan,” ujarnya.
BGN juga mengingatkan bahwa makanan yang diragukan keamanannya tidak boleh dibagikan atau dikonsumsi. Dapur MBG diwajibkan mencantumkan batas waktu maksimal konsumsi pada makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
Literasi gizi yang diperkuat melalui guru diharapkan tidak hanya berdampak di lingkungan sekolah. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya, sehingga MBG turut membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















