Headline.co.id, Manggarai ~ Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) bersama jajaran Polres setempat telah mengerahkan 845 personel untuk menangani dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores. Gempa dengan magnitudo 7,7 terjadi di Mbay, Nagakeo, pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk memastikan keamanan dan ketertiban di daerah terdampak.
Kepala Polda NTT, Irjen Pol. Drs. Johanis Asadoma, menyatakan bahwa personel yang dikerahkan akan fokus pada evakuasi warga, pendistribusian bantuan, serta menjaga situasi tetap kondusif. “Kami berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak dan memastikan keselamatan mereka,” ujar Irjen Pol. Johanis Asadoma.
Selain itu, koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait lainnya terus dilakukan untuk memaksimalkan penanganan bencana. Polda NTT juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan. “Kami meminta masyarakat untuk tidak panik dan selalu waspada terhadap kemungkinan gempa susulan,” tambahnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Gempa ini merupakan salah satu dari serangkaian gempa yang melanda wilayah NTT, termasuk gempa bermagnitudo 6,5 di Labuan Bajo dan 5,7 di Ruteng, Manggarai. Dengan adanya penanganan cepat dari pihak kepolisian dan instansi terkait, diharapkan pemulihan kondisi di wilayah terdampak dapat segera tercapai. Polda NTT berkomitmen untuk terus memantau situasi dan memberikan bantuan yang diperlukan.



















