Headline.co.id, Jakarta ~ Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 13 Agustus 2026, telah mengakibatkan gangguan layanan seluler dari tiga operator utama di wilayah tersebut. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Ditjen PPI) segera bertindak dengan memantau proses pemulihan sekitar 200 Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak.
Menurut laporan yang diterima, operator seluler yang mengalami gangguan adalah Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat Ooredoo. Ketiga operator ini melaporkan adanya kerusakan pada infrastruktur jaringan mereka, yang menyebabkan penurunan kualitas layanan telekomunikasi di beberapa daerah di NTT. Kominfo, melalui Komdigi, telah berkoordinasi dengan operator terkait untuk mempercepat proses pemulihan layanan.
Direktur Jenderal PPI, Ahmad M. Ramli, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan bahwa pemulihan layanan dilakukan secepat mungkin. “Kami telah meminta operator untuk segera melakukan perbaikan dan memastikan layanan kembali normal. Pemulihan ini penting untuk mendukung komunikasi masyarakat dan penanganan bencana,” ujar Ramli.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain itu, Kominfo juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah terkait situasi pascagempa. Upaya pemulihan ini diharapkan dapat selesai dalam waktu dekat, sehingga layanan komunikasi dapat kembali normal dan mendukung aktivitas masyarakat di NTT.





















