Headline.co.id, Sleman ~ Sebanyak 27 armada pemadam dan pendukung dikerahkan untuk menangani kebakaran besar yang melanda Transhome di Jalan Jogja-Solo Km 11, Padukuhan Mangunan, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Kamis (1/10/2026). Armada tersebut terdiri atas 18 unit mobil pemadam kebakaran, empat unit water cannon kepolisian, serta lima unit mobil tangki untuk mendukung suplai air. Pengerahan dalam jumlah besar dilakukan setelah api yang muncul di area gudang dengan cepat membesar dan merambat ke berbagai bagian bangunan. Kebakaran tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan dua lainnya mendapatkan penanganan medis.
Kapolsek Berbah AKP Fitrianto Heri Nugroho saat dikonfirmasi Headline.co.id mengatakan penanganan melibatkan berbagai unsur mulai dari petugas pemadam kebakaran, kepolisian, tenaga medis, SAR, hingga relawan.
Bangunan Transhome yang terbakar diketahui memiliki luas sekitar 3.500 meter persegi pada setiap lantai. Gedung tersebut terdiri atas tiga lantai dan satu basement, dengan seluruh area bangunan dilaporkan terdampak kebakaran.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
18 Mobil Damkar Dikerahkan dari Berbagai Daerah
Berdasarkan data penanganan kejadian, sebanyak 18 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dari berbagai daerah dan instansi.
Kabupaten Sleman mengerahkan lima unit mobil pemadam, menjadi jumlah terbanyak dalam operasi tersebut.
Selain itu, tiga unit Damkar Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta serta dua unit Damkar Kabupaten Bantul turut diterjunkan.
Bantuan pemadaman juga datang dari Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Magelang dengan masing-masing satu unit.
Armada lainnya berasal dari Angkasa Pura, Lanud Adisutjipto, Universitas Gadjah Mada (UGM), serta Relawan Kebakaran Hasamindo Fire, masing-masing satu unit.
Dengan demikian, total mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan mencapai 18 unit.
Armada tersebut bekerja bersama-sama untuk mengendalikan api yang telah menjangkau bagian besar gedung.
Empat Water Cannon Kepolisian Ikut Padamkan Api
Selain kendaraan pemadam, kepolisian juga mengerahkan empat unit water cannon untuk membantu proses penanganan kebakaran.
Dua unit berasal dari Brimob Polda DIY.
Sementara satu unit water cannon Polda DIY dan satu unit milik Polresta Sleman juga diterjunkan ke lokasi.
Pengerahan water cannon menjadi bagian dari upaya memperkuat proses pemadaman karena api telah membesar dan meluas ke berbagai bagian bangunan.
Petugas juga menghadapi area kebakaran yang luas, termasuk bagian basement yang masih memerlukan proses pendinginan setelah api berhasil dikendalikan.
Lima Mobil Tangki Dukung Suplai Air
Operasi pemadaman turut diperkuat dengan lima kendaraan tangki untuk memastikan ketersediaan suplai air.
Satu unit tangki berasal dari Angkasa Pura, tiga unit dari PMI, serta satu unit tangki BNPB.
Jika digabungkan, 18 mobil pemadam, empat water cannon, dan lima mobil tangki membuat total sedikitnya 27 armada terlibat langsung dalam pemadaman serta dukungan suplai air.
Jumlah tersebut belum termasuk ambulans dan kendaraan kedaruratan lain yang juga berada di lokasi untuk mendukung penanganan korban serta kebutuhan medis.
Puluhan Ambulans dan Unsur Medis Siaga
Penanganan kebakaran Transhome juga melibatkan berbagai armada ambulans dan unsur kesehatan.
Di antaranya ambulans PMI Kabupaten Sleman, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Dinas Kesehatan DIY, Mbah Joyo Center Maguwoharjo, Bala Mataram Rescue Suporter Brajamusti, UGM, BNPB, PMI Kabupaten Bantul, PMI Kota Yogyakarta, hingga RS Bhayangkara.
Sejumlah kelompok relawan ambulans turut membantu, antara lain Ambulans SG Bawal Sleman, Ambulans Jogja, Ambulans MU Mlati, LAZIS Pioneer Kotagede, Kotikam Bantul, Relawan PB Karbolo Gamping, Tugu Jogja, URC 33 Tamantirto, MJ Medic Kota Yogyakarta, serta Relawan Masjid Jogokariyan.
Selain unsur medis, Basarnas dan relawan SAR dari wilayah Sleman, Bantul, serta Kota Yogyakarta turut membantu penanganan.
Relawan BNPB, Relawan Kalitirto Berbah, relawan PMI, serta Relawan Desa Purwomartani juga terlibat.
Seluruh unsur tersebut bekerja bersama dalam proses pemadaman, pendinginan, pengamanan lokasi, serta penanganan kedaruratan di sekitar lokasi kebakaran.
Api Membesar dari Area Gudang
Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 12.30 WIB.
Saat itu, Manajer Operasional Transhome, Claudius Devito Pristianta, sedang mengikuti rapat di lantai dua area coffee shop.
Ia kemudian mendapat informasi dari tim melalui sambungan telepon dan video call bahwa terjadi kebakaran di area gudang.
Claudius lalu turun menuju area parkir dan bagian belakang gudang.
Saat tiba di lokasi, api telah membesar dan mulai merambat ke area parkiran.
Melihat api berkembang dengan cepat, ia memerintahkan seluruh tim untuk melakukan evakuasi.
Dalam waktu singkat, api semakin besar dan meluas ke bagian bangunan lainnya.
Dua Orang Meninggal Dunia
Kebakaran tersebut mengakibatkan dua korban meninggal dunia.
Korban yakni Sulistiyani (42), warga Bokoharjo, Prambanan, Sleman, serta Wiken Novalia Davin (20), warga Tirtomartani, Kalasan, Sleman.
Sementara itu, Chatarina Indah Primawati, warga Tirtomartani, Kalasan, mengalami sesak napas dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Korban lainnya, Niky Ugi Putri, warga Purwomartani, Kalasan, menjalani pemeriksaan di RSI PDHI Kalasan dan tidak menjalani rawat inap.
Kerugian Diperkirakan Puluhan Miliar Rupiah
Selain menimbulkan korban jiwa, kebakaran menyebabkan kerugian materiil dalam jumlah besar.
Kerugian sementara diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.
Kerugian tersebut meliputi barang dan perlengkapan yang berada di dalam bangunan, termasuk sejumlah sepeda motor milik karyawan yang terparkir di belakang gedung dan ikut terbakar.
Namun, nilai pasti kerugian belum diketahui karena proses pendataan masih berlangsung.
Penyebab kebakaran juga belum dapat dipastikan.
“Penyebab kebakaran masih dalam pendalaman,” kata AKP Fitrianto Heri Nugroho saat dikonfirmasi Headline.co.id.
Pendinginan Dilakukan hingga Basement
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas masih melakukan pendinginan terutama di area basement bangunan.
Proses tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
“Saat ini pihak damkar masih proses pendinginan kebakaran di basemen bawah, situasi di sekitar lokasi dalam keadaan aman dan terkendali,” ujar AKP Fitrianto.
Petugas pemadam kebakaran bersama personel Polsek Berbah, relawan, dan unsur terkait masih melanjutkan pendinginan serta pengamanan lokasi. Sementara penyebab kebakaran dan jumlah pasti kerugian masih dalam proses pendalaman dan pendataan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















