Headline.co.id, Jakarta ~ Ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,45 persen pada semester pertama tahun 2026, angka tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Data ini dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat, 14 Agustus 2026. Pertumbuhan ini menunjukkan pemulihan ekonomi yang signifikan setelah periode ketidakpastian global yang berkepanjangan.
Kepala BPS, Margo Yuwono, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan konsumsi domestik dan investasi yang kuat. “Konsumsi rumah tangga dan investasi menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi kita pada semester pertama tahun ini,” ujar Margo. Selain itu, sektor ekspor juga mengalami peningkatan yang signifikan, meskipun tantangan global masih ada.
Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menerapkan berbagai kebijakan transformatif yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Dalam 21 bulan terakhir, sebanyak 121 kebijakan telah diimplementasikan untuk mendorong investasi dan menciptakan lapangan kerja. Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen pada akhir tahun 2026, dengan menekankan pentingnya investasi yang dapat menciptakan pekerjaan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ke depan, pemerintah berencana untuk terus memperkuat sektor-sektor strategis dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pertumbuhan yang stabil, Indonesia diharapkan dapat menghadapi tantangan ekonomi global dengan lebih baik.






