Headline.co.id, Jakarta ~ Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, telah berlangsung selama 11 hari dan belum sepenuhnya padam. Meskipun upaya pemadaman terus dilakukan, api masih menyala di beberapa titik. Kebakaran ini telah menimbulkan kekhawatiran akan dampak lingkungan dan kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, dan masyarakat setempat telah dikerahkan untuk memadamkan api. Namun, kondisi lahan gambut yang kering dan cuaca panas menjadi tantangan utama dalam upaya pemadaman. “Kami terus berupaya maksimal, tetapi kondisi di lapangan cukup sulit,” ujar seorang petugas BPBD.
Selain itu, BPBD Riau juga telah mengerahkan helikopter water bombing untuk membantu memadamkan api dari udara. Namun, upaya ini belum sepenuhnya efektif karena luasnya area yang terbakar. Pemerintah daerah setempat telah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang dapat memperburuk situasi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pemerintah Provinsi Riau berencana untuk meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat penanganan karhutla ini. Langkah-langkah pencegahan jangka panjang juga akan dipertimbangkan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. “Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah situasi terkendali,” kata seorang pejabat pemerintah setempat.

















