Headline.co.id, Para Pelajar Di Atambua ~ Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, memanfaatkan media digital untuk mengedukasi masyarakat mengenai kedaulatan rupiah di wilayah perbatasan. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan mata uang rupiah dalam transaksi sehari-hari, terutama di daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi nasional dan menjaga stabilitas moneter di kawasan perbatasan.
Program edukasi ini melibatkan siswa-siswi dari berbagai sekolah di Atambua yang bekerja sama dengan Bank Indonesia dan instansi terkait lainnya. Mereka menggunakan berbagai platform digital seperti media sosial dan aplikasi pesan instan untuk menyebarluaskan informasi mengenai manfaat dan pentingnya penggunaan rupiah. Selain itu, para pelajar juga mengadakan diskusi dan seminar online yang diikuti oleh masyarakat setempat untuk memberikan pemahaman lebih mendalam tentang topik ini.
Salah satu pelajar yang terlibat, Maria, menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi para pelajar dalam menggunakan teknologi untuk tujuan edukatif. “Kami belajar banyak tentang bagaimana menggunakan media digital secara efektif untuk menyampaikan pesan penting kepada masyarakat,” ujar Maria. Ia menambahkan bahwa dukungan dari pihak sekolah dan pemerintah daerah sangat membantu dalam pelaksanaan program ini.
Ke depan, para pelajar berencana untuk terus mengembangkan program ini dengan melibatkan lebih banyak pihak dan memperluas jangkauan edukasi hingga ke desa-desa terpencil. Mereka berharap, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kedaulatan rupiah, akan tercipta stabilitas ekonomi yang lebih baik di wilayah perbatasan. Program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memanfaatkan teknologi digital untuk tujuan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
















