Highlight Berita Viral Pegawai RSI Unisma Resign Berjamaah, Manajemen Ungkap Kondisi Pelayanan Rumah Sakit:
Headline.co.id, Malang ~ Manajemen Rumah Sakit Islam atau RSI Unisma memastikan pelayanan kesehatan kepada pasien tetap berjalan selama 24 jam setelah sejumlah pegawai, termasuk sekitar enam hingga delapan orang dari unit farmasi, mengajukan pengunduran diri. Proses pengunduran diri berlangsung secara bertahap pada Juni hingga awal Agustus 2026 sesuai ketentuan internal rumah sakit. Untuk menjaga operasional, manajemen melakukan rotasi pegawai antarunit berdasarkan kompetensi sambil memprioritaskan penyelesaian hak-hak pekerja.
Kepastian tersebut disampaikan setelah unggahan mengenai pengunduran diri sejumlah pegawai RSI Unisma ramai diperbincangkan di media sosial. Unggahan itu juga memuat keluhan mengenai keterlambatan pembayaran, pencicilan, dan pengurangan gaji yang disebut menjadi salah satu alasan pegawai memilih berhenti bekerja.
Human Resources Development RSI Unisma, Dwi Ida Nofa Diana, membenarkan adanya pegawai yang sedang menjalani proses pengunduran diri. Namun, ia menegaskan bahwa para pegawai tidak berhenti secara serentak pada waktu yang sama karena masing-masing memiliki tanggal efektif pengunduran diri berbeda.
“Kalau pemberitaan yang terbaru terkait pengunduran diri, saya memang mengiyakan, memang ada proses pengunduran diri dari teman-teman,” ujar Dwi Ida saat ditemui di RSI Unisma, Kamis, 16 Juli 2026.
Menurut dia, sejumlah pegawai yang telah mengajukan surat pengunduran diri masih bekerja dan menyelesaikan kewajibannya. Ada pegawai yang berhenti pada pertengahan Juli, akhir Juli, hingga awal Agustus 2026.
“Bahkan teman-teman yang kemarin upload itu juga masih ada yang aktif bekerja. Karena proses resign-nya itu terhitung ada yang per akhir Juli, ada yang pertengahan Juli, bahkan juga ada yang di awal Agustus,” katanya.
Pengunduran Diri Pegawai RSI Unisma Berlangsung Bertahap
Dwi Ida menjelaskan bahwa setiap pegawai RSI Unisma yang ingin mengakhiri hubungan kerja harus menyampaikan surat pengunduran diri paling lambat satu bulan sebelum tanggal efektif berhenti.
Ketentuan tersebut membuat pegawai yang telah mengajukan pengunduran diri tetap harus bekerja hingga masa pemberitahuannya selesai. Karena itu, manajemen menyatakan proses yang berlangsung tidak dapat langsung disimpulkan sebagai penghentian kerja secara mendadak.
“Jadi ada beberapa teman yang mengunggah itu masih aktif bekerja, tapi ada juga yang sudah resign per Juni kalau tidak salah,” ujarnya.
Untuk unit farmasi, Dwi Ida memperkirakan terdapat enam hingga delapan pegawai yang mengundurkan diri. Jumlah tersebut belum dinyatakan sebagai angka final karena pencatatan pegawai dilakukan berdasarkan periode bulanan.
“Kalau farmasi sekitar delapan orang, kalau enggak enam sampai delapan orang saya lupa. Karena waktunya tidak sama, jadi di pola data kepegawaian kami itu masuknya per periode bulan,” jelasnya.
Manajemen RSI Unisma menyatakan pengunduran diri merupakan hak setiap pegawai. Rumah sakit menghormati keputusan pekerja yang ingin melanjutkan karier, membuka usaha, mengurus keluarga, atau mengambil pilihan lain.
“Resign itu adalah hak pegawai. Mereka merasa nyaman, tidak nyaman, cocok atau tidak cocok di dunia pekerjaannya itu relatif tiap orang,” tutur Dwi Ida.
“Kami dari manajemen menghormati pilihan teman-teman. Berkarier di mana pun kami sangat menghormati pilihannya,” lanjutnya.
Keluhan Gaji RSI Unisma Ditangani Melalui Disnaker
Kabar pengunduran diri pegawai menjadi perhatian publik setelah akun TikTok @iniaku9395 mengunggah momen perpisahan bersama rekan kerjanya. Pemilik akun mengaku telah bekerja selama delapan tahun di rumah sakit swasta tersebut.
Unggahan itu telah ditonton lebih dari 152 ribu kali dan memperoleh ratusan komentar. Dalam keterangannya, pemilik akun mengungkapkan rasa kehilangan karena rekan-rekan kerja telah dianggap sebagai keluarga kedua.
“Bertahan selama itu karena aku punya teman yang menurutku mereka adalah rumah kedua bagiku. Hiks, sedih banget kehilangan mereka,” tulis pemilik akun.
Akun tersebut juga menyampaikan keluhan mengenai pembayaran gaji yang dicicil, tertunda selama tiga bulan, dan mengalami pengurangan hingga hampir 50 persen. Klaim tersebut disampaikan dari sudut pandang mantan pegawai dan menjadi bagian dari persoalan hubungan kerja yang sedang ditangani melalui instansi ketenagakerjaan.
Dwi Ida tidak membantah adanya keterlambatan dan pengurangan pembayaran gaji. Menurut dia, kondisi tersebut dialami oleh berbagai jenjang pegawai di RSI Unisma.
Manajemen dan yayasan juga telah memenuhi panggilan Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Malang setelah adanya laporan dari pegawai.
“Terkait keterlambatan gaji, itu sudah kami konfirmasi. Kami dari manajemen dan yayasan sudah menghadiri panggilan dari Disnaker terkait laporan teman-teman,” katanya.
“Kami sudah menanggapi dan alhamdulillah semua berjalan baik. Ada beberapa fase pemeriksaan yang harus kami lewati dan alhamdulillah sudah kami lewati,” lanjutnya.
Manajemen tidak menutup kemungkinan persoalan pembayaran gaji menjadi salah satu pertimbangan sebagian pegawai untuk mengundurkan diri. Namun, RSI Unisma tidak ingin menyimpulkan bahwa seluruh pengunduran diri disebabkan oleh satu faktor yang sama.
Farmasi Rawat Inap Dikosongkan untuk Renovasi
Dalam unggahan yang viral, pemilik akun menyatakan pengunduran diri pegawai membuat unit farmasi rawat inap ditutup. Manajemen RSI Unisma kemudian memberikan penjelasan berbeda mengenai kondisi ruangan tersebut.
Menurut Dwi Ida, ruang pelayanan farmasi rawat inap di lantai empat memang sedang dikosongkan sebagai bagian dari rencana renovasi dan penataan layanan. Rumah sakit akan mengembangkan pelayanan farmasi satu pintu di area depan yang berdekatan dengan lobi utama.
“Pelayanan farmasi rawat inap itu memang dalam proses renovasi. Itu memang dikosongkan, tujuannya kami mau membuat Pelayanan Farmasi Satu Pintu,” ujarnya.
Ia menjelaskan ruang farmasi lama di lantai empat akan digunakan untuk fungsi pelayanan lainnya. Sementara itu, pelayanan farmasi rawat inap dan rawat jalan akan diarahkan ke lokasi yang lebih terintegrasi.
Penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan anggapan bahwa pengosongan ruangan sepenuhnya terjadi akibat pengunduran diri pegawai farmasi.
RSI Unisma Lakukan Rotasi Pegawai Antarunit
RSI Unisma saat ini memiliki sekitar 360 pegawai. Setelah adanya pegawai yang mengundurkan diri, manajemen belum merencanakan pembukaan rekrutmen baru.
Manajemen memilih memaksimalkan tenaga yang tersedia melalui penataan dan rotasi antarunit. Penempatan tersebut tetap mempertimbangkan latar belakang profesi dan kompetensi masing-masing pegawai.
“Kami fokus ke pemenuhan hak teman-teman supaya tidak menambah beban. Kalau rekrut tambah tenaga berarti tambah beban fixed cost, sedangkan urusan kita sekarang adalah pemenuhan gaji,” tegas Dwi Ida.
Ia memastikan rotasi tidak dilakukan dengan menempatkan pegawai pada bidang yang tidak sesuai keahliannya. Tenaga keperawatan, misalnya, tetap harus diisi oleh pegawai yang memiliki kompetensi keperawatan. Ketentuan serupa diterapkan pada unit farmasi dan pelayanan kesehatan lainnya.
“Bukan berarti tenaga perawat diisi oleh tenaga nonperawat, jelas tidak bisa. Yang bisa dilakukan adalah penataan dari unit-unit terkait yang sama-sama memberikan pelayanan,” katanya.
Menurut Dwi Ida, kebutuhan tenaga pada setiap shift sejauh ini masih dapat dipenuhi. RSI Unisma tetap mengoperasikan pelayanan kesehatan selama tiga shift dalam 24 jam.
“Kalau shift pagi lima orang, alhamdulillah lima orang ini tersedia. Buat kami itu adalah bukti kalau teman-teman masih loyal, masih sayang kepada pasien dan kepada rumah sakit,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi tenaga kesehatan, petugas kebersihan, petugas parkir, dan seluruh pegawai yang tetap menjalankan tugas di tengah persoalan internal rumah sakit.
Manajemen RSI Unisma menegaskan keselamatan dan kebutuhan pasien tetap menjadi prioritas. Pada saat bersamaan, rumah sakit menyatakan akan mengikuti proses ketenagakerjaan yang berjalan serta memusatkan perhatian pada pemenuhan hak pegawai tanpa menambah beban operasional baru.


















