Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan penurunan jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 430 ribu orang pada periode Maret 2026. Penurunan ini menandai kemajuan dalam upaya pemerintah mengurangi angka kemiskinan di tanah air. Kepala BPS, Margo Yuwono, menyatakan bahwa penurunan ini merupakan hasil dari berbagai program bantuan sosial yang telah digulirkan pemerintah.
Menurut data BPS, jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 tercatat sebanyak 25,14 juta orang atau 9,54 persen dari total populasi. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan dengan September 2025, di mana jumlah penduduk miskin mencapai 25,57 juta orang atau 9,71 persen. Margo menambahkan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh stabilitas harga pangan dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Selain itu, BPS juga mencatat bahwa penurunan angka kemiskinan ini terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Beberapa daerah yang mengalami penurunan signifikan lain Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara. Program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) disebut-sebut berperan penting dalam pencapaian ini.
Ke depan, pemerintah berencana untuk terus meningkatkan efektivitas program-program pengentasan kemiskinan. Margo menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mengimplementasikan kebijakan yang tepat sasaran. “Kami berharap tren penurunan ini dapat terus berlanjut sehingga target pengurangan kemiskinan dapat tercapai,” ujar Margo.





















