Hati-Hati, Telat Ganti Oli Kendaraan Begini Akibatnya

  • Whatsapp
Cara ganti Oli
ilustrasi ganti oli (ist)

Headline.co.id (Jakarta) ~ Memiliki kendaraan pasti butuh perawatan rutin, hal yang paling mendasar dalam merawatnya adalah rajin mengganti oli mesin. Jika motor anda jenis matik, oli gearbox juga wajib rutin diganti.

Di dalam dapur pacu kendaraan, oli yang sebelumnya masih berwarna bening dan kental akan berubah menjadi hitam dan encer. Selain itu, oli dapat berkurang lantaran mengalami proses penguapan kinerja mesin.

Bahkan pada beberapa kasus, oli tinggal tersisa sangat sedikit sekali karena terjadi permasalahan di dalam mesin kendaraan. Dalam waktu panjang pun oli dapat mengendap hingga mengerak di dinding dapur pacu.

Hal itu tentunya dapat mempengaruhi kinerja mesin dan dapat menyebabkan kerusakan permanen hingga mengganti beberapa part-nya.

Ciri-ciri awal yang bisa dirasakan ketika oli mesin sudah fasenya ganti adalah beratnya tarikan mesin, getaran mesin terasa, dan suara mesin yang kasar. Ciri lainnya adalah BBM lebih boros daripada biasanya.

Agar menghindari kemungkinan terburuk di kendaraan kesayangan anda, gantilah oli ketika sudah memasuki waktunya. Jangan tunda-tunda jika karena dapat berakibat fatal.

Dianjurkan mengganti oli sesuai dengan standar pabrik, jika dapat dengan merek yang berkualitas akan lebih baik. Membeli oli juga tersedia di beberapa bengkel terdekat Anda.

Jika kendaraan Anda jenis matik, maka pilihlah produk oli khusus matik. Karena dari pabrikan sudah dibuat standar khusus untuk jenis kendaraan tersebut. Untuk oli jenis matik biasanya menggunakan kekentalan SAE 20W-40.

Bagi pengguna motor bebek 4T yakni SAE 20W-50. Keunggulannya memiliki kekentalan yang stabil pada temperatur rendah, sehingga memudahkan sirkulasi pelumas pada saat dinyalakan. Sedangkan untuk jenis motor laki menggunakan SAE 15W-40.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *