Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah memastikan kebijakan fiskal dan perencanaan pembangunan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini dilakukan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Purbaya menyatakan bahwa persepsi telah disamakan untuk penyampaian di DPR dan langkah-langkah ke depan agar janji presiden menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 dapat tercapai. “Jadi kita sudah sepakat untuk melakukan koordinasi lebih erat kami dengan kementerian,” ujarnya di Gedung Bappenas, Menteng, Jakarta pada Senin (8/6/2026).
Menkeu Purbaya mengunjungi Gedung Bappenas pada Senin (8/6/2026) petang untuk bertemu dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. Pertemuan ini membahas strategi pemerintah dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029, serta perencanaan dan penganggaran menjelang penyampaian materi kepada DPR dalam Rapat Paripurna pada 9 Juni 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa pihaknya dan Bappenas juga membahas strategi ekonomi untuk tahun 2027. Fokus pembahasan meliputi percepatan realisasi belanja pemerintah, penguatan aktivitas ekonomi, serta memastikan peran optimal daerah dalam mendorong pertumbuhan. Menurut Purbaya, percepatan belanja pemerintah adalah instrumen penting untuk mendukung akselerasi ekonomi di tengah tantangan global. “Dibahas cara mempercepat belanja, memastikan ekonomi lebih cepat, memperhatikan juga pada saat bersamaan kepentingan daerah supaya daerah juga bisa berhubungan optimal,” tambahnya.
Purbaya menambahkan bahwa koordinasi perencana pembangunan dan pengelola fiskal menjadi kunci agar arahan Presiden dapat diwujudkan dalam kebijakan konkret. “Jadi tadi kita memastikan juga bahwa apa yang diucapkan oleh Bapak Presiden dalam pidato KEM-PPKF itu bisa terwujudkan dengan baik,” ujarnya.
Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan bahwa penyusunan roadmap pembangunan nasional tetap di bawah koordinasi Bappenas dan mengacu pada arahan Presiden. “Roadmap memang dari Bappenas dan itu pun berdasarkan arahan Presiden. Kami tadi sepakat bahwa kita merencanakan yang dianggarkan dan menganggarkan yang direncanakan,” tegas Rachmat.
Menteri PPN menambahkan bahwa perencanaan pembangunan telah disusun mulai dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), hingga Asta Cita yang kini diturunkan menjadi program prioritas nasional. Dalam pertemuan tersebut, Bappenas dan Kementerian Keuangan juga membahas skema pembiayaan untuk mempercepat pelaksanaan program-program tersebut.






















