Headline.co.id, Banda Aceh ~ Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama TNI Angkatan Darat (TNI AD) memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan objek vital nasional di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). Langkah ini dilakukan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan dukungan pembinaan teritorial di Wilayah Kerja (WK) B yang dikelola oleh KKKS Pema Global Energi (PGE) di Kabupaten Aceh Utara.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) BPMA dan TNI AD terkait dukungan penguatan pembinaan teritorial di wilayah kerja migas di Aceh. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Wilayah Kerja A yang dikelola oleh Medco E&P Malaka di Kabupaten Aceh Timur.
Deputi Dukungan Bisnis BPMA, Edy Kurniawan, menyatakan bahwa monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan implementasi program berjalan efektif serta menjadi dasar penyempurnaan kerja sama dalam mendukung operasional sektor hulu migas. “Monitoring dan evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal,” ujar Edy, Senin (27/7/2026).
Menurut Edy, kolaborasi BPMA, TNI AD, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan operasi migas. Sinergi ini juga memperkuat koordinasi lintas sektor agar kegiatan eksplorasi dan produksi dapat berlangsung secara aman, lancar, dan berkelanjutan. “Kerja sama ini akan memastikan bahwa semua pihak dapat bekerja dengan aman dan efisien,” katanya.
Sementara itu, Paban VII/Kermater Sterad Mabes TNI, Kolonel Inf. Hipni Maulana Farhan, mengapresiasi komitmen semua pihak yang terus membangun kerja sama dalam mendukung pembinaan teritorial di kawasan operasi migas Aceh. Ia menilai kegiatan monitoring dan evaluasi menjadi momentum strategis untuk meninjau pelaksanaan kerja sama secara menyeluruh, sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan di lapangan agar dapat segera ditindaklanjuti melalui solusi bersama. “Kegiatan ini sangat penting untuk memastikan bahwa semua tantangan dapat diatasi dengan baik,” ujar Hipni.
Di sisi lain, External Relation Manager Pema Global Energi (PGE), Willya Retnosari, menegaskan bahwa kolaborasi regulator, aparat keamanan, dan KKKS menjadi kunci dalam menciptakan iklim operasi hulu migas yang aman, kondusif, dan berkelanjutan. Menurutnya, kunjungan lapangan dan evaluasi bersama memberikan kesempatan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melihat langsung kondisi operasional sekaligus memperkuat koordinasi dalam pengamanan objek vital nasional. Willya optimistis sinergi yang terus diperkuat akan meningkatkan keandalan operasi hulu migas di Aceh, sehingga mampu mendukung peningkatan produksi energi nasional sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi pembangunan ekonomi daerah.
















