Headline.co.id, Surabaya ~ Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) dr. Ramelan Surabaya menyoroti tingginya jumlah pasien yang menderita penyakit metabolik. Dari rata-rata 1.500 pasien yang datang setiap hari, 70 persen di antaranya mengalami penyakit seperti diabetes melitus, hipertensi, obesitas, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Kondisi ini mendorong RSPAL dr. Ramelan untuk mengadakan Metabolic Ramelan Symposium (MRS) 2026 di Aula Gedung Pulau Miangas pada Sabtu (1/8/2026). Simposium ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga medis dalam menghadapi peningkatan kasus penyakit metabolik dengan pendekatan terapi terkini.
Laksamana Pertama TNI Mukti Fahimi, Kepala RSPAL dr. Ramelan Surabaya, menyatakan bahwa penyelenggaraan MRS 2026 merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Selain itu, ini juga mempersiapkan rumah sakit sebagai pusat pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit yang direncanakan mulai berjalan pada 2027 di bawah Kementerian Kesehatan. “Penyakit metabolik kini menjadi tantangan besar dalam pelayanan kesehatan,” ujarnya. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia menempati peringkat kelima dunia dengan jumlah penderita diabetes melitus terbanyak.
Di RSPAL dr. Ramelan, dari sekitar 1.500 pasien yang dilayani setiap hari, sekitar 70 persen merupakan pasien dengan penyakit metabolik, terutama diabetes, hipertensi, dan gagal ginjal. Mukti menegaskan bahwa perkembangan ilmu kedokteran berlangsung sangat cepat, sehingga tenaga medis dituntut untuk terus memperbarui pengetahuan agar mampu menerapkan paradigma dan terapi terbaru dalam penanganan penyakit metabolik.
Dr. dr. Libriansyah, M.M., Sp.PD., K-EMD., FINASIM., CEP., CIPA., Ketua Kelompok Staf Medis (KSM) Penyakit Dalam RSPAL dr. Ramelan, menjelaskan bahwa MRS 2026 bertujuan menyamakan persepsi tenaga kesehatan dalam menangani penyakit metabolik melalui pendekatan precision medicine. Pendekatan ini adalah terapi yang disesuaikan dengan karakteristik setiap pasien. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan membuka peluang penanganan yang lebih efektif. Bahkan, beberapa penyakit metabolik kini dapat mencapai kondisi remisi apabila ditangani dengan terapi yang tepat serta didukung perubahan gaya hidup pasien. “Melalui MRS 2026, RSPAL dr. Ramelan berharap kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan terus meningkat,” katanya.
RSPAL dr. Ramelan berharap simposium ini dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang lebih komprehensif dan berbasis ilmu pengetahuan terkini. Selain itu, diharapkan dapat mendorong masyarakat lebih peduli terhadap deteksi dini, pengendalian faktor risiko, dan penerapan pola hidup sehat untuk mencegah penyakit metabolik.















