Headline.co.id, Sleman ~ Sebanyak 250 warga dari Padukuhan Donolayan, Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, berkumpul di Lapangan Donolayan untuk melaksanakan tradisi Kenduri Saparan pada Rabu (29/7/2026). Acara ini diikuti oleh sekitar 250 kepala keluarga dari lima RT sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi ini juga bertujuan untuk melestarikan budaya lokal.
Dukuh Donolayan, Arif Irnawan, menjelaskan bahwa Kenduri Saparan merupakan tradisi turun-temurun. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, tradisi ini juga menjadi momen untuk membersihkan diri dan mempererat hubungan persaudaraan. “Tradisi ini penting untuk menjaga kebersamaan dan identitas budaya kita,” ujar Arif.
Sejak sore hari, suasana kebersamaan sudah terasa ketika warga datang membawa bungkusan kenduri. Bungkusan tersebut kemudian didoakan bersama oleh Rois setempat, Mbah Wagiman. Kristiyanto, salah seorang warga RT 2, menyambut positif kegiatan ini karena dapat memperkuat identitas budaya dan berpotensi menjadi daya tarik wisata. Menurutnya, tradisi lokal harus tetap dijaga di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan. “Tradisi seperti ini harus terus dilestarikan,” kata Kristiyanto.
Warga lainnya, Tri, juga merasa senang dapat berpartisipasi dalam persiapan acara. Ia menyatakan bahwa kegiatan memasak bersama para ibu di padukuhan semakin mempererat semangat gotong royong dan kebersamaan antarwarga. (KIM Donoharjo/Endarwati)



















