Headline.co.id, Kabupaten Gorontalo ~ Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo berkolaborasi untuk memperkuat literasi digital di tengah masyarakat. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap perkembangan teknologi digital yang pesat, yang meskipun memudahkan aktivitas, juga memiliki potensi merusak jika disalahgunakan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Gorontalo, Trizal Entengo, dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Intelijen Polda Gorontalo pada Rabu, 22 Juli 2026.
Trizal Entengo menyoroti fenomena hiperrealitas yang sering menjebak masyarakat, di mana batas kenyataan dan fantasi menjadi kabur akibat rekayasa teknologi di media sosial. “Saat ini orang pergi ke restoran viral bukan untuk makan dan mengisi perut yang lapar, tapi untuk sekadar foto dan diunggah di media sosial. Substansi makan tidak lagi penting, terpenting bagaimana eksis di medsos untuk disukai dan dikomentari oleh followers-nya,” ujar Trizal.
Ia menambahkan bahwa peran polisi sebagai penegak hukum kini semakin kompleks, menuntut peningkatan kompetensi dalam menghadapi kejahatan yang tidak lagi hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya dengan cara yang lebih modern. “Beberapa tahun lalu penipuan hanya sebatas SMS ‘mama minta pulsa’, sekarang wajah dan suara orang bisa diubah saat melakukan video call seakan-akan dia seorang artis atau berwajah ganteng rupawan. Inilah tantangan kita di era digital,” jelasnya.
Rakornis Intel Polda Gorontalo yang berlangsung di Hotel Grand Q ini dibuka oleh Wakapolda Brigjen Pol. Simson Zet Ringu dan dihadiri oleh Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Kombes Pol. Wawan Irawan. (mcgorontaloprov/isam)




















