Aceh dan Sabang Diguncang Gempa Magnitudo 4,8

  • Whatsapp
Inilah Bangunan rumah di Keunekai, Sabang yang rusak akibat gempa berkuatan 4,6 SR di Banda Aceh, Kamis 4 Juni pukul 05.27 WIB. Foto Forkom SAR Aceh. 
Inilah Bangunan rumah di Keunekai, Sabang yang rusak akibat gempa berkuatan 4,6 SR di Banda Aceh, Kamis 4 Juni pukul 05.27 WIB. Foto Forkom SAR Aceh. 

HeadLine.co.id (Jakarta) – Wilayah Aceh dan Sabang diguncang gempa bermagnitudo 4,8 pada Kamis (4/6/2020) sekitar pukul 05.31 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan gempa tektonik tersebut terjadi pada kedalaman 10 kilometer.

Baca juga: WFH Jadi Trend? Huawei Luncurkan Ideahub Perangkat Ruang Kerja Cerdas dengan Fitur Cangih

Bacaan Lainnya

“Tepatnya berlokasi di darat pada jarak 5 km Tenggara Banda Aceh pada kedalaman 10 Km,” ucap Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Daryono melanjutkan, titik pusat gempa berada pada 5,50 Lintang Utara (LU) dan dan 95,33 Bujur Timur (BT).

Baca juga: Kapolda Jateng: pendirian ‘Kampung Siaga Covid-19’, Warga Jadi Polisi Bagi Diri Sendiri

“Gempa tersebut merupakan akibat aktivitas sesar Sumatera, hal ini dilihat dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Besar Sumatera tepatnya pada Segmen Aceh,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kekuatan gempa dirasakan MMI III di wilayah Sabang dan MMI II di wilayah Aceh serta Banda Aceh. Daryono juga menyebut akibat gempa tersebut, terjadi kerusakan di wilayah Keunekai, Sabang.

Baca juga: Ini Baru Istimewa, Polda DIY Raih Dua Piagam Penghargaan Sekaligus Dari Kapolri

Hingga pukul 06.40 WIB, BMKG mencatat ada 8 kali gempa susulan yang terjadi di wilayah Aceh.

“Hasil monitoring BMKG hingga pukul 6.40 WIB sudah tercatat 8 kali aktivitas gempa terdiri dari 2 gempa pembuka/gempa pendahuluan (foreshocks), kemudian disusul gempa utama (mainshock), dan selanjutnya diikuti serangkaian 5 gempa susulan (aftershocks),” papar Daryono.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *