Headline.co.id, Prananingrum Hanondaru Wigaringtyas ~ seorang remaja berusia 18 tahun dari Dusun Toino, Pandowoharjo, Sleman, berhasil diterima di Program Studi Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Pada Rabu (15/7), Hanon, sapaan akrabnya, mengabarkan kepada ibunya bahwa ia mendapatkan subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 100 persen, sehingga dapat melanjutkan pendidikan tanpa memikirkan biaya kuliah.
Sejak ayahnya meninggal pada 2021, Hanon dibesarkan oleh ibunya, Tri Andayani, yang bekerja sebagai buruh tani. Awalnya, Hanon hanya mendapatkan subsidi UKT sebesar 75 persen, yang masih memberatkan keluarganya. Namun, berkat usaha gigihnya bersama sang kakak, Pranasakti Yogaswara, untuk mengajukan banding, UGM akhirnya memberikan subsidi penuh. “Alhamdulillah, UKT saya jadi nol rupiah,” ujar Hanon dengan haru.
Perjuangan Menuju UGM
Hanon tidak pernah membayangkan akan melanjutkan studi di Teknik Kimia UGM. Saat masih di SMAN 9 Yogyakarta, ia sempat mempertimbangkan jurusan lain. Namun, setelah berdiskusi dengan kakaknya, ia memutuskan untuk fokus pada Teknik Kimia. Tanpa mengikuti bimbingan belajar, Hanon mengandalkan pembelajaran mandiri melalui materi sekolah, YouTube, dan diskusi dengan teman-teman. Usahanya membuahkan hasil dengan skor rata-rata 730 pada SNBT, termasuk skor 800 di subtes Penalaran Matematika dan Pengetahuan Kuantitatif.
Dukungan dan Harapan Keluarga
Tri Andayani, ibu Hanon, merasa terharu atas pencapaian putrinya. Setiap kali mengantar Hanon ke sekolah, ia selalu berdoa agar putrinya bisa kuliah di UGM. “Saya tidak bisa membantu dia belajar atau membiayai bimbel di luar. Yang bisa saya lakukan hanya berdoa,” ungkap Tri. Ia berharap Hanon dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik dan menyelesaikan pendidikan dengan prestasi.
Hanon menyadari bahwa keberhasilannya ini adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ia bertekad untuk menjalani perkuliahan dengan serius dan lulus tepat waktu sebagai bentuk balas budi atas doa dan dukungan keluarganya serta keringanan dari UGM. “Saya harus benar-benar serius menjalani kuliah dan lulus tepat waktu,” tutup Hanon.


















