Headline.co.id, Yogyakarta ~ 13 Juli 2026 – Latihan angkat beban ternyata memiliki manfaat signifikan bagi kesehatan jantung dan otak, menurut Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih, M.Kes., AIFM., dari Departemen Fisiologi FK-KMK UGM. Meskipun olahraga kardio seperti berlari dan bersepeda sering dipilih untuk menjaga kebugaran, angkat beban juga penting karena melibatkan otot yang melepaskan protein myosin dan actin, yang berperan dalam reparasi dan regenerasi tubuh.
Prof. Denny menjelaskan bahwa kombinasi olahraga kardio dan angkat beban sangat dianjurkan. Kardio bermanfaat untuk jantung dan paru-paru, sedangkan angkat beban lebih berfokus pada kesehatan otot. “Ketika kita berolahraga, otot pasti mengalami kerusakan. Protein yang dilepaskan berfungsi memperbaiki kerusakan dan regenerasi,” ujarnya.
Manfaat Angkat Beban untuk Jantung dan Otak
Latihan angkat beban tidak hanya memperkuat otot tetapi juga meningkatkan kesehatan jantung dan otak. Saat otot dilatih, jantung bekerja lebih keras untuk mensuplai nutrisi, sehingga memperkuat otot jantung. “Pemberian beban harus disesuaikan dan ditingkatkan secara bertahap agar jantung tidak kaget,” tambah Prof. Denny.
Untuk otak, latihan ini memperlancar aliran darah, yang dapat meningkatkan kecerdasan dan kecepatan berpikir. “Aliran darah yang lebih baik ke otak akan melepaskan hormon bahagia dan meningkatkan suplai darah optimal,” jelasnya.
Panduan Latihan yang Disarankan
Menurut panduan WHO, kombinasi latihan kardio dan angkat beban perlu dilakukan secara teratur. Latihan kardio seperti lari atau berenang dianjurkan 3-5 kali seminggu, sedangkan angkat beban 2-3 kali seminggu. Latihan ini bisa dilakukan di rumah dengan gerakan sederhana seperti push-up dan squat.
Prof. Denny menekankan pentingnya memulai latihan sejak dini untuk mencegah penurunan fungsi otot dan tulang seiring bertambahnya usia. “Melatih otot sejak muda dapat mencegah tubuh menjadi bungkuk atau lemah di usia tua,” tegasnya.
Sebagai penutup, Prof. Denny mengingatkan bahwa setiap sesi latihan harus diawali dan diakhiri dengan stretching untuk mengurangi risiko cedera. Kombinasi latihan yang tepat akan menjaga kesehatan otot dan tulang, serta mencegah penurunan fungsi seiring bertambahnya usia.





















