Headline.co.id, Jakarta ~ Indonesia bersama United Nations Children’s Fund (UNICEF) telah meluncurkan Country Program Action Plan (CPAP) untuk periode 2026-2030. Peluncuran ini bertujuan untuk melanjutkan pembangunan nasional yang sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat sejak masa kehamilan.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy, menyatakan bahwa peluncuran ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Peluncuran ini sejalan dengan RPJPN dan RPJMN dalam aspek meningkatkan kualitas hidup masyarakat sejak anak dalam kandungan,” ungkap Rachmat Pambudy dalam acara peluncuran di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Kerja sama pemerintah Indonesia dan UNICEF telah berlangsung selama 60 tahun, dimulai dengan penandatanganan Basic Cooperation Agreement (BCA). Implementasi BCA diwujudkan dalam siklus program lima tahunan yang disebut CPAP, dan saat ini memasuki siklus ke-13.
Selama lima tahun terakhir, kerja sama ini telah mencapai hasil yang signifikan dalam mendukung pemenuhan hak anak di Indonesia. Capaian tersebut meliputi sektor gizi, air bersih, sanitasi, kesehatan, higiene, pendidikan, perlindungan anak, dan kebijakan sosial. Beberapa pencapaian penting termasuk penyaluran lebih dari 77 juta dosis vaksin COVID-19, pembentukan pusat keunggulan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan pengembalian 105 ribu anak ke sistem pendidikan, serta melindungi 237 ribu anak dari risiko putus sekolah.
Penyusunan CPAP 2026-2030 dilakukan dengan mengacu pada prioritas nasional dalam RPJMN 2025-2029, visi-misi Presiden dan Wakil Presiden, United Nations Sustainable Development Cooperation Framework (UNSDCF) 2026-2030, Konvensi Hak Anak, komitmen internasional, serta rekomendasi terkait pembangunan anak dalam forum strategis nasional.






















