Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkuat kerja sama dalam upaya modernisasi laboratorium halal nasional. Langkah ini dianggap strategis untuk meningkatkan kredibilitas sistem jaminan produk halal serta memperkuat kepercayaan publik terhadap produk halal di Indonesia.
Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menerima kunjungan Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, di kantor BPJPH, Jakarta Timur. Dalam pertemuan tersebut, kedua pimpinan lembaga membahas penguatan ekosistem jaminan produk halal, dengan fokus utama pada peningkatan kapasitas dan kualitas laboratorium halal BPJPH.
Ahmad Haikal Hasan menegaskan bahwa laboratorium memiliki peran sentral dalam menjamin keandalan sistem halal nasional. Menurutnya, kemampuan pengujian ilmiah yang akurat menjadi dasar dalam menentukan status kehalalan suatu produk. “Laboratorium adalah ruh dari jaminan produk halal. Kekuatan kita ditentukan oleh kemampuan pengujian dan pembuktian ilmiah. Kapasitas deteksi yang unggul akan menempatkan BPJPH pada posisi yang kredibel dan berkeadilan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima , Sabtu (18/4/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan laboratorium yang mutakhir sangat penting, terutama dalam menyelesaikan perbedaan hasil pengujian atau keraguan terhadap status kehalalan suatu produk. Dalam kondisi tersebut, keputusan harus mengacu pada institusi dengan kemampuan pengujian paling kuat dan terpercaya.
Selain itu, pertemuan ini juga membahas peningkatan skala layanan serta kualitas laboratorium sebagai bagian dari penguatan infrastruktur halal nasional yang terintegrasi. Sementara itu, Anggito Abimanyu menyampaikan dukungan penuh LPS terhadap pengembangan sistem jaminan produk halal di Indonesia. Ia menekankan pentingnya standar laboratorium yang setara bahkan melampaui lembaga serupa di tingkat global.
“Kami mendukung pengembangan jaminan produk halal agar minimal setara dengan lembaga di negara lain. Penguatan laboratorium menjadi bagian penting agar sistem ini semakin kredibel,” ujarnya. Anggito menambahkan, LPS siap berperan dalam mengoordinasikan dukungan lintas lembaga guna mempercepat pemutakhiran laboratorium halal BPJPH. Ia menegaskan bahwa laboratorium BPJPH harus memiliki kualitas unggul sebagai rujukan utama dalam pengujian halal.
Sinergi BPJPH dan LPS ini diharapkan dapat mempercepat penguatan ekosistem halal nasional, sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. Upaya ini juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam memperkuat sektor industri halal sebagai salah satu pilar ekonomi.
Ke depan, kedua lembaga akan menindaklanjuti hasil pertemuan melalui langkah konkret, termasuk pengembangan teknologi pengujian, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta perluasan jejaring laboratorium halal di berbagai daerah.























