Headline.co.id, Tangerang Selatan ~ Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) telah dimulai serentak di seluruh Indonesia. Pemerintah menekankan bahwa asesmen ini tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi akademik, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan budaya belajar yang lebih tenang dan terukur, serta berfokus pada proses berpikir siswa.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengingatkan para siswa untuk tidak terburu-buru dalam mengerjakan soal dan mengutamakan strategi pengerjaan yang efektif, dimulai dari soal yang dianggap lebih mudah. “Tadi saya sampaikan agar anak-anak memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Satu mata pelajaran 75 menit, jadi tidak perlu terburu-buru. Kerjakan dulu soal yang mudah, yang sulit bisa dikerjakan belakangan,” ujar Fajar saat meninjau pelaksanaan TKA di SDN 03 Rawa Buntu, Kota Tangerang Selatan, Senin (20/4/2026).
Fajar menegaskan bahwa TKA bukanlah ujian penentu kelulusan, sehingga peserta didik tidak perlu merasa tertekan. Pemerintah ingin memastikan suasana asesmen berjalan lebih humanis dengan tetap menjaga objektivitas pengukuran capaian belajar.
Secara nasional, pelaksanaan TKA SD diikuti oleh sekitar 4,492 juta siswa dari 175 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Pada gelombang pertama, sekitar 1,5 juta siswa terlibat dalam pelaksanaan yang berlangsung selama dua hari. “Untuk TKA jenjang SD hari ini diikuti lebih dari 1,5 juta siswa di seluruh Indonesia dari sekitar 175 ribu satuan pendidikan,” jelas Fajar.
Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menyebut tingkat partisipasi TKA perdana ini mencapai 98,9 persen. Meski demikian, sekitar 35 ribu siswa tidak mengikuti pelaksanaan asesmen. “Kalau ditanya tidak ikut, sekitar 35.000 siswa,” ujarnya.
Menurut Toni, ketidakhadiran tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, lain sifat TKA yang tidak wajib, kondisi satuan pendidikan yang belum memiliki jenjang kelas 6, serta keterbatasan sarana dan prasarana di beberapa daerah.
Pemerintah mengklaim telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan lancar, termasuk mitigasi gangguan jaringan internet, stabilitas listrik, serta penguatan sistem pengawasan untuk mencegah potensi kecurangan. Evaluasi dari pelaksanaan TKA jenjang SMP sebelumnya menjadi dasar perbaikan sistem pada jenjang SD, khususnya dalam menjaga integritas pelaksanaan berbasis digital.
Selain itu, pengawasan juga dilakukan secara berlapis melalui kolaborasi lintas lembaga guna memastikan transparansi dan akuntabilitas asesmen nasional tetap terjaga. Pelaksanaan TKA SD 2026 berlangsung pada 20–30 April 2026. Pemerintah juga menyiapkan jadwal ujian susulan pada 11–17 Mei 2026, serta pengumuman hasil asesmen yang dijadwalkan pada 18–23 Mei 2026.
Dengan cakupan jutaan peserta dan ribuan satuan pendidikan, TKA SD 2026 menjadi salah satu instrumen penting dalam memetakan capaian pembelajaran nasional secara lebih komprehensif. Pemerintah menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan tidak hanya diukur dari kelancaran teknis, tetapi juga dari terbentuknya ekosistem evaluasi pendidikan yang jujur, adaptif, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik.





















