Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
Kesehatan

Mengenal Demam Berdarah Degue: Penyebab, Gejala, Obat, Hingga Pencegahan

62115
×

Mengenal Demam Berdarah Degue: Penyebab, Gejala, Obat, Hingga Pencegahan

Sebarkan artikel ini
obat herbal demam berdarah
Ilustrasi Gambar Demam Berdarah

Mengenal Demam Berdarah Degue: Penyebab, Gejala, Obat, Hingga Pencegahan ~ Headline.co.id (Berita Kesehatan). Demam berdarah dengue (DBD) telah lama menjadi permasalahan serius di dunia kesehatan Indonesia. Penyakit mematikan ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Dengan penyebarannya yang terus meningkat, DBD menjadi salah satu ancaman kesehatan utama bagi masyarakat Indonesia.

Baca juga: Kesiagaan Kota Yogyakarta Hadapi Lonjakan Kasus Cacar Monyet

Penyebab dan Penyebaran Demam Berdarah Degue

Penyebab utama DBD adalah virus dengue, yang ditularkan saat nyamuk Aedes aegypti menggigit manusia. Nyamuk ini memiliki ciri-ciri tubuh kecil, berwarna hitam pekat, dan menampilkan garis-garis putih karakteristik pada tubuhnya.

Mereka aktif pada pagi hingga sore hari dan sering bersembunyi di dalam rumah yang gelap dan sejuk. Indonesia, terutama daerah tropis, adalah lingkungan yang ideal bagi nyamuk ini, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat penyebaran DBD tertinggi di Asia Tenggara.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Gerak Cepat Mitigasi dan Penanganan Kasus Cacar Monyet di Indonesia

Faktor Risiko Demam Berdarah Degue

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang terkena DBD termasuk tinggal atau bepergian ke daerah tropis.

Selain itu, riwayat terinfeksi virus dengue sebelumnya juga meningkatkan risiko mengalami gejala yang lebih parah ketika terkena DBD. Anak-anak di bawah usia 15 tahun juga memiliki risiko lebih tinggi terkena demam dengue dan demam berdarah dengue.

Baca juga: DKI Jakarta Laporkan 19 Kasus Positif Cacar Monyet, Langkah Pencegahan Terus Dilakukan

Gejala yang Mengejutkan Demam Berdarah Degue

Gejala utama DBD meliputi demam mendadak yang tinggi, mencapai suhu hingga 39 derajat Celsius. Demam ini dapat berlangsung selama 2-7 hari dan kemudian turun dengan cepat. Gejala lain yang sering muncul termasuk nyeri kepala, menggigil, lemas, nyeri di belakang mata, otot dan tulang, ruam kulit kemerahan, kesulitan menelan makanan dan minuman, mual, muntah, gusi berdarah, mimisan, bintik-bintik merah pada kulit, muntah darah, dan buang air besar berwarna hitam.

Pada fase kritis penyakit ini, suhu tubuh menurun, dan tubuh terasa dingin, meskipun penderita mungkin merasa seperti sudah sembuh. Pada fase ini perlu waspada karena dapat terjadi sindrom syok dengue yang dapat mengancam jiwa.

Baca juga: Waspada Terhadap Diare dan ISPA Selama Musim Kemarau, Begini Cara Antisipasinya

Diagnosis dan Pengobatan Demam Berdarah Degue

Diagnosis DBD melibatkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium darah. Pemeriksaan fisik digunakan untuk mendeteksi tanda-tanda klinis seperti demam tinggi dan tanda kebocoran plasma. Pemeriksaan darah dapat mengukur jumlah sel darah putih dan sel darah merah, serta mendeteksi antigen virus dengue dan antibodi.

Pengobatan DBD meliputi konsumsi banyak cairan untuk mencegah dehidrasi, baik melalui cairan oral maupun melalui cairan intravena jika diperlukan. Pasien juga disarankan untuk beristirahat total dan melakukan kompres pada tubuh untuk membantu mengatasi demam. Obat simptomatik seperti penurun panas (seperti parasetamol) dan obat antimual dapat diberikan untuk meredakan gejala. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter yang dapat memberikan penanganan yang tepat.

Baca juga: Cari Klinik Kecantikan di Jogja, ini 7 Rekomendasi Terbaik Harga Bersahabat

Pencegahan yang Dapat Dilakukan Demam Berdarah Degue

Untuk mencegah DBD, beberapa langkah pencegahan dapat diambil. Ini termasuk menguras tempat penampungan air, menutup wadah-wadah penampungan air, mengubur barang-barang bekas, menjaga kebersihan rumah, menggunakan lotion atau obat nyamuk, melakukan penyemprotan nyamuk atau fogging, menggunakan kelambu saat tidur, menggunakan kawat nyamuk pada ventilasi rumah, dan mengenakan pakaian tertutup serta pakaian berwarna terang. Selain itu, vaksinasi dengue juga tersedia untuk anak-anak berusia 9-16 tahun.

Komplikasi yang Mengerikan Demam Berdarah Degue

Komplikasi yang dapat muncul akibat DBD meliputi mimisan, gusi berdarah, perdarahan di bawah kulit, muntah berwarna hitam, batuk darah, feses berwarna hitam, tekanan darah menurun, denyut nadi lemah, tubuh terasa dingin, frekuensi buang air kecil menurun, jumlah urine sedikit, sesak nafas, penurunan kesadaran, dan dapat berujung pada dengue shock syndrome (DSS) yang dapat menyebabkan kematian.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala seperti demam selama 3 hari dan gangguan aktivitas, segera periksakan diri ke dokter dan lakukan pemeriksaan darah. Kehadiran medis yang cepat dan penanganan yang tepat dapat membuat perbedaan yang besar dalam pemulihan dari DBD. Teruslah menjaga kebersihan dan kehati-hatian untuk melindungi diri dari nyamuk pembawa virus ini. Demam berdarah dengue mungkin merupakan ancaman serius, tetapi dengan tindakan yang tepat, kita dapat melawannya bersama.

Baca juga: Dinkes DIY Ingatkan Masyarakat soal Psoriasis di Tengah Musim Panas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *