Headline.co.id, Semarang ~ 10 Juli 2026 – Upacara Penutupan Pendidikan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan ke-58/Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita di Semarang menjadi momen bersejarah bagi Adnan Kasweri, putra seorang kuli bangunan dari Bangka Belitung. Adnan berhasil meraih predikat Ati Trengginas, penghargaan bergengsi bagi taruna dengan ketangguhan fisik dan mental terbaik, dengan nilai jasmani dan kesehatan kelulusan sebesar 93,64.
Penghargaan ini diumumkan dalam upacara yang dipimpin oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. di Lapangan Bhayangkara, Akademi Kepolisian. Adnan, yang menempuh proses seleksi ketat mulai dari tingkat daerah di Polda Kepulauan Bangka Belitung hingga tingkat pusat oleh SSDM Polri pada 2023, mengaku bahwa dukungan dari ayahnya, Sudaryo, yang bekerja sebagai kuli bangunan, menjadi motivasi utama dalam perjalanannya.
Sudaryo menyatakan keyakinannya terhadap proses rekrutmen Polri yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. “Saya mengikuti proses anak saya dari awal sampai akhir. Walaupun dengan segala keterbatasan, saya yakin proses rekrutmen ini benar-benar asli dan murni,” ungkapnya.
Adnan sempat merasa minder karena latar belakang keluarganya, namun motivasi dari para pimpinan Polri, termasuk Komjen Pol. Syahardiantono dan Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, menguatkan kepercayaan dirinya. “Saya sempat minder karena orang tua saya buruh harian. Tapi saya diberi semangat agar tidak minder dan diminta menunjukkan kemampuan yang saya miliki,” ujar Adnan.
Dukungan Keluarga dan Motivasi Diri
Adnan mengungkapkan bahwa dukungan dari keluarga dan motivasi diri menjadi kunci keberhasilannya. Meskipun berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, Adnan tidak pernah menyerah dan terus berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya, termasuk dalam olahraga voli yang menjadi hobinya.
Kesempatan Setara di Akpol
Kisah Adnan menjadi bukti nyata bahwa Akademi Kepolisian memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh putra-putri terbaik bangsa. Melalui sistem rekrutmen yang bersih dan transparan, setiap peserta memiliki peluang yang sama untuk mengabdi kepada bangsa dan negara berdasarkan kemampuan, integritas, serta prestasi, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.
Dengan prestasi yang diraihnya, Adnan membuktikan bahwa latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita menjadi perwira Polri. Keberhasilannya menjadi inspirasi bagi banyak orang, menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan semangat, setiap orang dapat mencapai impian mereka.




















