Headline.co.id, Jakarta ~ Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) mengawasi pelaksanaan 11.520 program pemulihan permanen pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Program ini, yang dimulai pada Senin (29/6/2026), direncanakan berlangsung hingga 2028 dengan anggaran indikatif sebesar Rp100,166 triliun. Inisiatif ini merupakan bagian dari Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Renduk PRRP) 2026–2028, yang bertujuan untuk memulihkan 53 kabupaten/kota terdampak dengan prinsip Build Back Better, Safer, and Sustainable.
Program pemulihan ini berfokus pada lima klaster utama: pemulihan permukiman, pembangunan infrastruktur, rehabilitasi sosial, pemulihan ekonomi masyarakat, dan penguatan tata kelola lintas sektor. Penyediaan hunian tetap menjadi prioritas pertama dengan 97 kegiatan yang memerlukan dana sekitar Rp7,57 triliun. Program ini tidak hanya membangun rumah bagi masyarakat terdampak, tetapi juga memastikan lokasi hunian lebih aman.
Pembangunan Infrastruktur Menjadi Fokus Utama
Pembangunan infrastruktur menjadi fokus utama dengan 1.863 kegiatan yang memerlukan anggaran sekitar Rp63,69 triliun. Program ini mencakup rehabilitasi jalan, jembatan, jaringan irigasi, sungai, drainase, air minum, sanitasi, energi, dan fasilitas pelayanan publik lainnya yang menjadi tulang punggung aktivitas masyarakat.
Pemulihan Sosial dan Ekonomi
Pemulihan sosial juga menjadi prioritas penting dengan 6.194 kegiatan yang membutuhkan pendanaan sekitar Rp18,73 triliun. Fokusnya meliputi layanan pendidikan dan kesehatan, perlindungan bagi kelompok rentan, dukungan psikososial, dan penguatan kohesi sosial. Di sektor ekonomi, 3.026 kegiatan dengan kebutuhan sekitar Rp9,41 triliun disiapkan untuk menghidupkan kembali mata pencaharian masyarakat melalui berbagai sektor seperti pertanian, perikanan, perdagangan, dan pariwisata.
Penguatan Tata Kelola Lintas Sektor
Sebanyak 341 kegiatan lintas sektor dengan kebutuhan sekitar Rp764,67 miliar diarahkan untuk memperkuat penataan ruang berbasis risiko bencana, sistem peringatan dini, layanan pertanahan, serta sistem monitoring dan evaluasi.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menekankan pentingnya dukungan dari seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk keberhasilan program ini. “Kami harapkan dukungan dari semua pihak, termasuk bapak-bapak, ibu-ibu, tokoh-tokoh masyarakat di tiga daerah untuk kita bergerak bergotong royong,” ujar Tito dalam Rapat Tingkat Menteri Tim Pengarah Satgas PRR Pascabencana Sumatera di Kantor Kemenko PMK, Jakarta (18/6/2026). Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur permanen harus terus dijaga agar manfaat pemulihan segera dirasakan masyarakat.




















