Headline.co.id, Pekanbaru ~ Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menegaskan dukungannya terhadap penyusunan Rencana Kontingensi Komando Utama Operasi (Rentinkon Kotamaops) TNI. Langkah ini diambil untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi ancaman. Komitmen tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, saat menerima audiensi dari rombongan Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-55 Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI di Ruang Rapat Melati Kantor Gubernur, Kota Pekanbaru, Senin (29/6/2026).
SF Hariyanto menyatakan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Riau dalam penyusunan Rentinkon Kotamaops TNI. Menurutnya, kehadiran rombongan Pasis Sesko TNI merupakan momentum penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. “Kehadiran rombongan Pasis Sesko TNI menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas sektor,” ujarnya.
Riau memiliki posisi strategis karena terletak di jalur pelayaran internasional Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan negara tetangga. Provinsi ini juga memiliki kawasan pesisir yang luas, kawasan industri, perkebunan, jalur perdagangan, serta sejumlah objek vital nasional. “Riau memiliki posisi strategis karena berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan negara tetangga,” jelas SF Hariyanto.
Sektor energi menjadi salah satu kekuatan utama Provinsi Riau, dengan keberadaan Kilang Pertamina Dumai dan tingginya produksi minyak bumi yang menjadikan Riau sebagai salah satu penopang ketahanan energi nasional. “Sektor energi menjadi salah satu kekuatan utama Provinsi Riau,” ungkapnya.
Selain itu, Riau juga merupakan salah satu sentra perkebunan terbesar di Indonesia, dengan luas perkebunan kelapa sawit mencapai 3,87 juta hektare dan produksi crude palm oil (CPO) sekitar 9,4 juta ton per tahun. Riau juga dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Indonesia. Namun, besarnya potensi tersebut diiringi berbagai tantangan yang harus dihadapi, seperti kebakaran hutan dan lahan, gangguan terhadap objek vital nasional, kejahatan lintas negara, peredaran narkotika internasional, perdagangan orang, hingga potensi bencana. “Besarnya potensi tersebut diiringi berbagai tantangan yang harus dihadapi secara bersama,” ucap SF Hariyanto.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Pemprov Riau terus memperkuat sinergi dengan Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dianggap sebagai kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan strategis. “Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan strategis,” tegasnya.
Sementara itu, Komandan Sesko TNI, Marsdya TNI M Khairil Lubis, menyatakan bahwa penyusunan Rentinkon Kotamaops TNI merupakan bagian penting dalam membentuk kemampuan strategis para perwira siswa. Kegiatan ini tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga menjadi latihan operasional untuk meningkatkan kemampuan analisis, perencanaan, dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai dinamika ancaman. “Penyusunan Rentinkon Kotamaops TNI merupakan bagian penting dalam membentuk kemampuan strategis para perwira siswa,” pungkasnya.





















