Highlight Berita Drama Adu Penalti Belanda vs Maroko! Tiga Eksekutor Belanda Gagal, Singa Atlas Melaju ke 16 Besar:
Headline.co.id, Jakarta ~ Drama adu penalti Belanda vs Maroko menjadi penentu kelolosan Maroko ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga 120 menit pertandingan di Stadion BBVA, Guadalupe, Monterrey, Selasa (30/6) WIB. Hasil akhir Belanda vs Maroko ditutup dengan kemenangan Singa Atlas 3-2 dalam adu penalti setelah tiga penendang Belanda gagal menjalankan tugasnya. Maroko pun memastikan tiket ke fase gugur berikutnya, sementara Belanda harus mengakhiri langkahnya secara dramatis.
Laga Belanda vs Maroko berlangsung sengit sejak awal hingga akhir. Belanda sempat berada di atas angin setelah Cody Gakpo mencetak gol pada babak kedua, namun Maroko memaksakan extra time melalui gol Issa Diop pada masa injury time. Karena tidak ada tambahan gol selama babak tambahan, pemenang akhirnya ditentukan lewat adu penalti.
Skor Belanda vs Maroko pada waktu normal dan extra time tetap 1-1, sebelum Maroko tampil lebih tenang dalam babak tos-tosan dan keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2.
Adu Penalti Berlangsung Penuh Tekanan
Sebelum babak adu penalti dimulai, seluruh pemain, pelatih, dan staf Maroko tampak berkumpul membentuk lingkaran untuk berdoa bersama di tengah lapangan.
Belanda membuka adu penalti dengan baik. Teun Koopmeiners sukses mengeksekusi tendangan pertama dan membawa Oranje unggul 1-0.
Maroko justru gagal memanfaatkan kesempatan pertamanya. Tendangan Neil El Aynaoui membentur mistar gawang sehingga kedudukan tetap tidak berubah.
Momentum kemudian berbalik pada giliran kedua.
Justin Kluivert yang dipercaya sebagai eksekutor Belanda gagal mencetak gol setelah bola hasil sepakannya membentur tiang kanan gawang.
Kesempatan itu dimanfaatkan Maroko melalui Soufiane Rahimi. Meski arah tendangannya sempat dibaca Bart Verbruggen, bola tetap bersarang di dalam gawang dan mengubah skor menjadi 1-1.
Weghorst Sempat Jaga Asa Belanda
Penendang ketiga Belanda, Wout Weghorst, sukses menjalankan tugasnya dengan tenang dan kembali membawa Belanda unggul 2-1.
Namun Maroko kembali memberikan respons cepat.
Chemsdine Talbi sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui eksekusi penalti yang tak mampu dihentikan Verbruggen.
Drama semakin memuncak saat memasuki penendang keempat.
Quinten Timber gagal memanfaatkan peluang emas untuk membawa Belanda menjauh setelah eksekusinya tidak menghasilkan gol.
Di sisi lain, Maroko juga gagal menuntaskan peluang ketika tendangan Achraf Hakimi tidak mampu menggetarkan jala gawang Belanda.
Summerville Gagal, Saibari Jadi Penentu
Penentuan kemenangan terjadi pada giliran kelima.
Belanda kembali berada dalam tekanan ketika Crysencio Summerville gagal menjalankan tugasnya sebagai algojo. Kegagalan itu membuka jalan bagi Maroko untuk mengunci kemenangan.
Ismael Saibari yang maju sebagai penendang terakhir tampil tenang di bawah tekanan.
Pemain Maroko tersebut berhasil menaklukkan Bart Verbruggen sekaligus memastikan kemenangan Singa Atlas dengan skor 3-2 dalam adu penalti.
Gol Saibari langsung disambut selebrasi para pemain dan ofisial Maroko yang merayakan keberhasilan lolos ke babak 16 besar.
Gol Injury Time Issa Diop Ubah Jalannya Pertandingan
Keberhasilan Maroko lolos tidak lepas dari gol dramatis Issa Diop pada penghujung waktu normal.
Sebelumnya, Belanda lebih dulu memimpin pada menit ke-72 melalui Cody Gakpo yang memanfaatkan umpan matang Crysencio Summerville.
Keunggulan itu bertahan hingga memasuki masa injury time sebelum Issa Diop mencetak gol penyama kedudukan lewat sundulan pada menit ke-90+1.
Gol tersebut memaksa pertandingan berlanjut ke extra time setelah skor berubah menjadi 1-1.
Extra Time Tanpa Gol Tambahan
Selama dua babak extra time, kedua tim sama-sama berusaha mencari gol kemenangan.
Maroko memperoleh peluang emas pada menit ke-95 melalui Soufiane Rahimi. Namun tembakannya berhasil diblok menggunakan lutut oleh kiper Belanda Bart Verbruggen.
Memasuki menit-menit akhir, Maroko lebih banyak menguasai jalannya pertandingan. Namun disiplin pertahanan Belanda membuat skor tetap bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Salah satu momen yang menyita perhatian terjadi pada menit ke-120 ketika Ismael Saibari mengalami luka robek di pelipis akibat benturan keras. Darah mengalir hingga jersey yang dikenakannya harus diganti sebelum pertandingan berakhir.
Maroko Tantang Lawan Berikutnya di Babak 16 Besar
Kemenangan melalui adu penalti menjadi bukti ketenangan mental para pemain Maroko dalam menghadapi tekanan pertandingan. Meski sempat tertinggal, Singa Atlas mampu bangkit dan menyelesaikan laga dengan kemenangan dramatis.
Sebaliknya, Belanda harus menerima kenyataan tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah tiga penendangnya, yakni Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville, gagal menuntaskan tugas pada babak adu penalti.
Dengan hasil akhir Belanda vs Maroko tersebut, Maroko resmi melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, sementara Belanda harus mengakhiri perjuangannya di turnamen setelah kalah 3-2 dalam drama adu penalti.





















