Headline.co.id, Karo ~ Polda Bali menekankan penegakan hukum berbasis elektronik dalam pelaksanaan Operasi Patuh Agung 2026. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dengan memanfaatkan teknologi digital yang lebih transparan, akuntabel, dan humanis. Komitmen ini ditegaskan dalam Latihan Pra Operasi (Latpraops) Patuh Agung 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Bali sebagai persiapan operasi yang akan dilaksanakan serentak di seluruh wilayah hukum Polda Bali.
Latpraops tersebut dipimpin oleh Karo Ops Polda Bali Kombes Pol. Soelistijono bersama Direktur Lalu Lintas Polda Bali Kombes Pol. Turmudi. Kegiatan ini diikuti oleh para pejabat operasi serta personel yang tergabung dalam Satuan Tugas Operasi Patuh Agung 2026. Tahun ini, Operasi Patuh Agung mengusung tema “Optimalisasi Transformasi Penegakan Hukum Secara Elektronik”, yang mencerminkan upaya Polda Bali dalam memodernisasi sistem penegakan hukum lalu lintas melalui teknologi digital, khususnya Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Dirlantas Polda Bali menyatakan bahwa latihan pra operasi ini penting untuk menyamakan persepsi, pola tindak, dan meningkatkan kesiapan personel sebelum diterjunkan ke lapangan. Transformasi digital dalam penegakan hukum lalu lintas bertujuan untuk membangun sistem yang lebih transparan, akuntabel, dan humanis. Teknologi ETLE, baik statis maupun mobile, akan menjadi instrumen utama dalam penindakan pelanggaran selama Operasi Patuh Agung 2026 berlangsung.
“Melalui transformasi digital ini, kita ingin membangun sistem penegakan hukum yang lebih transparan, akuntabel, dan humanis. Pemanfaatan teknologi seperti ETLE baik statis maupun mobile akan menjadi garda terdepan kita dalam mendisiplinkan pengguna jalan di Bali,” ujar Dirlantas, Jumat (5/6/2026).
Selain fokus pada penegakan hukum berbasis elektronik, Operasi Patuh Agung 2026 juga menargetkan penurunan angka pelanggaran lalu lintas, mengurangi fatalitas kecelakaan, serta mengurai kemacetan di sejumlah titik rawan, terutama di kawasan wisata dan jalur utama dengan tingkat mobilitas tinggi. Dalam pelaksanaan Latpraops, para personel mendapatkan pembekalan teknis terkait pengoperasian perangkat tilang elektronik, mekanisme penginputan data pelanggaran, hingga prosedur penindakan yang mengedepankan pendekatan edukatif dan preventif kepada masyarakat.
Dengan persiapan yang matang, Ditlantas Polda Bali berharap Operasi Patuh Agung 2026 dapat berjalan efektif dan optimal, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Hal ini diharapkan dapat mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Bali. Polda Bali juga menilai keberhasilan operasi ini akan berkontribusi dalam menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang aman, tertib, dan berkeselamatan bagi masyarakat maupun wisatawan.























