Headline.co.id, Jakarta ~ Bacaan Doa Sayyidul Istighfar menjadi salah satu amalan yang banyak diamalkan umat Islam sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT. Doa yang dikenal sebagai penghulu istighfar ini memiliki keutamaan besar sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari. Selain berisi pengakuan dosa seorang hamba, Sayyidul Istighfar juga memuat pengakuan atas nikmat Allah dan ketundukan penuh kepada-Nya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan doa ini sebagai salah satu bacaan istighfar paling utama yang dianjurkan dibaca pada pagi dan petang hari. Dalam hadis tersebut, Rasulullah bahkan menyebut orang yang membaca Sayyidul Istighfar dengan penuh keyakinan lalu meninggal dunia sebelum sore atau sebelum pagi sebagai penghuni surga.
Di tengah kehidupan modern yang penuh kesibukan dan berbagai godaan, amalan istighfar menjadi pengingat penting bagi manusia yang tidak pernah luput dari kesalahan. Sayyidul Istighfar hadir sebagai doa yang tidak hanya singkat, tetapi juga memiliki makna mendalam tentang tauhid, penghambaan, serta harapan akan rahmat Allah SWT.
Pengertian Sayyidul Istighfar
Secara bahasa, Sayyidul Istighfar berarti penghulu atau pemimpin dari seluruh bacaan istighfar. Doa ini disebut sebagai istighfar paling utama karena kandungannya yang lengkap, mulai dari pujian kepada Allah, pengakuan sebagai hamba, pengakuan dosa, hingga permohonan ampunan.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari nomor 6306 dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Penghulu istigfar adalah apabila engkau mengucapkan:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.”
Bacaan Doa Sayyidul Istighfar Lengkap Arab, Latin dan Artinya
Berikut bacaan lengkap Sayyidul Istighfar sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin:
“Allâhumma anta rabbî lâ ilâha illâ anta, khalaqtanî wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘ûdzu bika min syarri mâ shana‘tu. Abû’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abû’u bidzanbî, faghfirlî, fa innahu lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta.”
Artinya:
“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas janji-Mu dan ikrar-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”
Keutamaan Bacaan Doa Sayyidul Istighfar
Keutamaan Sayyidul Istighfar dijelaskan langsung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadis sahih. Nabi bersabda:
“Barangsiapa mengucapkannya pada siang hari dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal sebelum petang, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal sebelum subuh, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari no. 6306)
Hadis tersebut menunjukkan betapa besar kedudukan doa ini dalam Islam. Para ulama menjelaskan bahwa syarat utama mendapatkan keutamaan tersebut adalah membaca dengan penuh keyakinan dan memahami makna yang terkandung di dalamnya.
Selain itu, Al-Qur’an juga menjelaskan pentingnya istighfar dalam kehidupan seorang muslim. Allah SWT berfirman dalam Surah Nuh ayat 10:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ
Artinya:
“Maka aku berkata kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun.’”
Sementara dalam Surah An-Nisa ayat 110, Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يَّعْمَلْ سُوْۤءًا اَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهٗ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللّٰهَ يَجِدِ اللّٰهَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
Artinya:
“Barangsiapa mengerjakan kejahatan atau menzalimi dirinya sendiri kemudian memohon ampun kepada Allah, niscaya dia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Makna Mendalam dalam Sayyidul Istighfar
Sayyidul Istighfar tidak hanya menjadi doa permohonan ampun biasa, tetapi juga mencerminkan hubungan antara hamba dengan Allah SWT.
Pada bagian awal doa, seorang muslim mengakui keesaan Allah melalui kalimat:
“Allahumma anta Rabbi la ilaha illa anta.”
Kalimat ini menegaskan tauhid bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan menjadi tempat bergantung seluruh makhluk.
Kemudian pada bagian:
“Khalaqtani wa ana ‘abduka.”
Seorang hamba mengakui bahwa dirinya adalah ciptaan Allah dan memiliki kewajiban untuk taat kepada-Nya.
Sementara pada kalimat:
“Wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu.”
Terdapat pengakuan seorang muslim untuk terus berusaha menjaga janji dan ketaatan kepada Allah semampunya.
Doa ini juga mengandung pengakuan atas dosa dan nikmat Allah secara bersamaan. Hal tersebut terlihat pada kalimat:
“Abu’u laka bini’matika ‘alayya wa abu’u bidzanbi.”
Maknanya, seorang hamba menyadari bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah, sementara kesalahan berasal dari dirinya sendiri.
Waktu Terbaik Membaca Sayyidul Istighfar
Berdasarkan hadis Rasulullah SAW, waktu utama membaca Sayyidul Istighfar adalah pagi dan petang sebagai bagian dari dzikir harian.
Waktu pagi dimulai setelah salat Subuh hingga sebelum matahari terbit atau menjelang Dhuha. Sedangkan waktu petang dimulai setelah Ashar hingga menjelang Maghrib.
Banyak ulama menganjurkan agar doa ini dibaca secara rutin setiap hari karena memiliki keutamaan besar dan menjadi salah satu bentuk perlindungan spiritual seorang muslim.
Sayyidul Istighfar sebagai Amalan Harian Umat Islam
Di tengah kehidupan yang penuh kesalahan dan kelalaian, Sayyidul Istighfar menjadi amalan penting untuk menjaga hati tetap dekat kepada Allah SWT. Doa ini bukan hanya sekadar bacaan, tetapi juga bentuk refleksi diri dan pengakuan seorang hamba atas kelemahannya.
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa manusia adalah tempat salah dan lupa. Karena itu, memperbanyak istighfar menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang muslim untuk meraih ampunan dan rahmat Allah.
Dengan memahami makna dan keutamaannya, Sayyidul Istighfar diharapkan tidak hanya dibaca sebagai rutinitas, tetapi juga dihayati dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk ketundukan kepada Allah SWT.
FAQ Seputar Bacaan Doa Sayyidul Istighfar
Apa itu Sayyidul Istighfar?
Sayyidul Istighfar adalah doa istighfar yang disebut Rasulullah SAW sebagai penghulu atau rajanya permohonan ampun kepada Allah SWT. Doa ini diriwayatkan dalam hadis sahih Imam Bukhari dan memiliki keutamaan besar bagi umat Islam yang mengamalkannya.
Apa bacaan lengkap Sayyidul Istighfar?
Bacaan Sayyidul Istighfar adalah:
“Allâhumma anta rabbî lâ ilâha illâ anta, khalaqtanî wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘ûdzu bika min syarri mâ shana‘tu. Abû’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abû’u bidzanbî, faghfirlî, fa innahu lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta.”
Apa arti Sayyidul Istighfar?
Artinya:
“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas janji-Mu dan ikrar-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”
Apa keutamaan membaca Sayyidul Istighfar?
Keutamaan Sayyidul Istighfar dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW. Orang yang membaca doa ini dengan penuh keyakinan pada pagi atau malam hari, lalu meninggal sebelum masuk waktu berikutnya, disebut sebagai penghuni surga.
Kapan waktu terbaik membaca Sayyidul Istighfar?
Waktu terbaik membaca Sayyidul Istighfar adalah pada pagi hari setelah salat Subuh dan pada petang hari setelah salat Ashar atau menjelang Maghrib sebagai bagian dari dzikir harian.
Mengapa Sayyidul Istighfar disebut penghulu istighfar?
Doa ini disebut penghulu istighfar karena memiliki kandungan paling lengkap, mulai dari pengakuan tauhid, pengakuan sebagai hamba Allah, pengakuan dosa, rasa syukur atas nikmat Allah, hingga permohonan ampunan.
Apakah Sayyidul Istighfar harus dibaca setiap hari?
Para ulama menganjurkan umat Islam untuk membaca Sayyidul Istighfar setiap hari, terutama pada pagi dan petang, karena termasuk amalan dzikir yang memiliki keutamaan besar.
Apa dalil tentang Sayyidul Istighfar?
Dalil Sayyidul Istighfar terdapat dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari nomor 6306 dari sahabat Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu.
Apakah Sayyidul Istighfar hanya untuk orang yang memiliki dosa besar?
Tidak. Sayyidul Istighfar dianjurkan untuk seluruh umat Islam karena setiap manusia tidak luput dari kesalahan, baik dosa kecil maupun besar.
Apa manfaat memperbanyak istighfar dalam kehidupan sehari-hari?
Memperbanyak istighfar dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, menenangkan hati, memohon ampun atas dosa, serta menjadi salah satu amalan yang mendatangkan rahmat dan keberkahan dalam hidup.




















