Headline.co.id, Kota Gorontalo ~ Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo melatih pelajar SMA Negeri 1 Kota Gorontalo dalam keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk mengurangi risiko henti jantung. Pelatihan ini dilakukan pada Jumat, 22 Mei 2026, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.
Surya Wijaya Sukma, Administrator Kesehatan Ahli Muda Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, menekankan pentingnya respons cepat dalam situasi darurat henti jantung. Menurutnya, waktu adalah faktor kunci dalam menyelamatkan nyawa korban. Data medis menunjukkan bahwa peluang keberhasilan BHD mencapai 98 persen jika dilakukan dalam satu menit pertama, namun menurun drastis menjadi 1 persen jika penanganan terlambat hingga 10 menit.
Adianiwaty, salah satu pengajar yang terlibat dalam kegiatan ini, menyatakan bahwa pengetahuan BHD memberikan rasa aman bagi warga sekolah. “Kami berharap para siswa tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki ketangguhan mental dan fisik untuk bertindak di situasi kritis,” ujarnya.
Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Bantuan Hidup Dasar ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat, khususnya pelajar, dalam menghadapi situasi darurat medis. Pelatihan ini diharapkan dapat membekali para siswa dengan kemampuan yang diperlukan untuk bertindak cepat dan tepat saat menghadapi kejadian henti jantung.



















