Headline.co.id, Kota Gorontalo ~ Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinsos Dukcapil) menegaskan pentingnya keamanan data kependudukan. Kepala Dinsos Dukcapil, Reflin Buata, menyatakan bahwa data kependudukan bukan hanya data administratif, tetapi juga merupakan instrumen strategis bagi negara. Data ini menjadi dasar utama dalam perumusan kebijakan pembangunan, perencanaan pemerintah, dan penyediaan layanan publik yang terintegrasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Reflin dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Tahun 2026 yang diadakan di Kota Gorontalo pada Kamis (21/5/2026). Melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), pemerintah berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem pengelolaan data yang akurat dan dapat dimanfaatkan secara lintas sektoral oleh berbagai lembaga pengguna.
Reflin menjelaskan bahwa pemanfaatan data kependudukan saat ini telah meluas ke berbagai instansi pemerintah, lembaga pelayanan publik, hingga lembaga keuangan yang memerlukan data valid. Dengan perluasan akses ini, urgensi perlindungan data semakin meningkat. “Dengan semakin luasnya pemanfaatan data kependudukan tersebut, maka tanggung jawab kita dalam menjaga keamanan dan kerahasiaan data menjadi semakin besar,” ujar Reflin.
Melalui bimbingan teknis ini, diharapkan para aparatur Dukcapil dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi teknis mereka, khususnya dalam memperkuat aspek keamanan sistem serta perlindungan data agar terhindar dari potensi kebocoran. Kegiatan bimtek ini telah berlangsung sejak Selasa (19/5/2026) dan diikuti oleh 28 peserta. Acara tersebut menghadirkan narasumber Safrizal Fauzi, Tim Developer SIAK dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri. Turut hadir dalam acara tersebut para Kepala Dinas Dukcapil kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo beserta jajaran pejabat fungsional dan staf terkait lainnya.




















