Headline.co.id, Ternate ~ Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat upaya pengelolaan lingkungan dengan memberikan pendampingan dalam pengelolaan sampah organik secara mandiri serta pembinaan pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) di berbagai tempat usaha di Kota Ternate. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Ternate, Musli Muhamad, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha dalam memilah sampah sejak dari sumbernya, mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), serta mendorong pemanfaatan sampah organik menjadi produk bernilai guna seperti kompos dan pakan ternak.
Musli menjelaskan, “Hal ini dilakukan selain untuk mencegah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) penuh, juga untuk mengurangi volume sampah yang diproduksi dari tempat usaha.” Menurutnya, setiap tempat usaha perlu mengetahui jumlah produksi sampah harian agar upaya pengurangan sampah dapat terukur secara jelas. “Masing-masing tempat usaha, termasuk pusat perbelanjaan, pasar tradisional, dan perusahaan harus diketahui total sampah yang dibuang setiap harinya, sehingga keberhasilan dari setiap langkah mudah diketahui dari tingkat penurunan sampah yang dibuang ke TPA,” tambahnya.
Selain pengelolaan sampah organik, DLH Kota Ternate juga memberikan pembinaan terkait pengelolaan LB3, termasuk pengelolaan limbah cair, izin pembuangan limbah cair (IPLC), hingga proses pengurusan izin Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) limbah B3. Musli menambahkan bahwa peningkatan aktivitas usaha dan pertumbuhan penduduk turut mendorong penggunaan bahan berbahaya dan beracun (B3) dalam berbagai sektor usaha dan industri. Pencemaran akibat limbah B3 dapat berdampak serius terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan ringan hingga penyakit kronis.
“Langkah ini juga menjadi media transfer aktif pemerintah dalam upaya membina kepedulian dan perhatian kita semua terhadap permasalahan lingkungan hidup,” ujar Musli. DLH Kota Ternate mencatat sejumlah tempat usaha yang telah mendapat pendampingan dan pembinaan, di antaranya sektor perhotelan, restoran, pusat perbelanjaan, rumah sakit, klinik, perusahaan jasa pengiriman, hingga perusahaan otomotif dan kelistrikan. Beberapa di antaranya adalah Hotel Belson, Hotel Batik, Menara Archie Hotel, Jatiland Mall, McD Restaurant, Pizza Hut Restaurant, RSU Dharma Ibu, RS Bhayangkara, Klinik Prodia, PT Honda Selaras Ternate, PT SPIL, PT Tanto, PT Temas, hingga PT PLN (Persero) ULTG 150 kV Kayu Merah.



















