Headline.co.id, Menteri Komunikasi Dan Digital ~ Meutya Hafid, menekankan pentingnya peran Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) sebagai perpanjangan tangan negara di daerah. Hal ini disampaikan saat kunjungan kerja ke Kantor Balmon Medan pada Rabu, 13 Mei 2026. Menurut Meutya, Balmon tidak hanya berfungsi sebagai unit teknis pemantau frekuensi, tetapi juga berperan langsung dalam menjaga konektivitas komunikasi di tengah tantangan geografis Indonesia.
Meutya Hafid menyatakan, “Balmon adalah wajah pemerintah di daerah. Ketika bencana datang, masyarakat tidak bertanya tupoksi, mereka mencari kehadiran negara. Saya mengapresiasi rekan-rekan Balmon Medan yang telah bekerja melampaui tugas pokok demi menjaga layanan komunikasi tetap hidup.” Pernyataan ini menegaskan apresiasi terhadap kerja keras Balmon Medan dalam menjaga layanan komunikasi.
Seiring dengan pesatnya perkembangan infrastruktur digital nasional, peran Balmon semakin strategis. Menkomdigi menekankan bahwa pengawasan spektrum frekuensi radio harus didukung oleh teknologi mutakhir, bukan hanya metode konvensional. “Kita harus berani mengadopsi teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan (AI), untuk menciptakan sistem monitoring yang lebih cepat, efisien, dan adaptif. Meski alat semakin canggih dan mahal, peluang efisiensi yang dihasilkan jauh lebih besar,” ujarnya.
Meutya juga menegaskan bahwa seluruh personel Balmon di Indonesia harus terus menjadi garda terdepan dalam menjamin kualitas layanan telekomunikasi bagi masyarakat. “Terus semangat, terus hadir. Balmon harus menjadi ujung tombak yang andal dalam menjaga ruang digital Indonesia tetap aman, tertib, dan bermanfaat bagi seluruh rakyat,” tandasnya.
Kunjungan ini sekaligus menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah untuk memperkuat pengawasan dan pemanfaatan spektrum frekuensi radio secara nasional, mendukung transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.





















