Headline.co.id, Jakarta ~ Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memasukkan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan. Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar mengenai pembagian susu formula secara massal dalam program tersebut. Dadan menekankan bahwa kebijakan BGN mengikuti prinsip Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan regulasi nasional yang mendukung pemberian ASI eksklusif.
Kebijakan ini sejalan dengan Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan, serta rekomendasi WHO terkait perlindungan ASI eksklusif. Dadan menjelaskan bahwa produk seperti susu formula lanjutan untuk bayi usia 6-12 bulan, susu formula pertumbuhan untuk anak usia 12-36 bulan, dan minuman khusus untuk ibu hamil dan menyusui adalah produk legal yang penggunaannya diatur oleh negara.
Produk-produk tersebut hanya dapat digunakan sebagai opsi intervensi gizi tertentu dalam Program MBG dengan kriteria teknis dan indikasi medis yang ketat berdasarkan keputusan tenaga kesehatan atau dokter. “Penggunaan produk ini harus sesuai dengan kebutuhan medis dan kondisi gizi di lapangan,” ujar Dadan.
Selain itu, Dadan menjelaskan bahwa Surat Edaran Kepala BGN Nomor 10 Tahun 2020 mengatur pemberian susu kepada peserta didik dari tingkat TK/PAUD hingga SMA/MA, dan tidak terkait dengan penyediaan susu untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui atau kelompok 3B. Sementara itu, SK Kepala BGN Nomor 63426.2 Tahun 2026 memberikan petunjuk teknis mengenai spesifikasi, kandungan gizi, serta mekanisme penyediaan dan distribusi susu, termasuk untuk kelompok 3B.
Kebijakan pemberian atau intervensi gizi diatur dalam pedoman teknis distribusi makanan serta edukasi gizi dan keamanan pangan pada Program MBG bagi kelompok 3B. Saat ini, pedoman tersebut sedang direvisi bersama oleh BGN, Kementerian Kesehatan, Kemendukbangga/BKKBN, BPOM, dan Bappenas untuk memastikan aturan tetap selaras dan tidak menimbulkan multitafsir di masyarakat.
BGN juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, tenaga kesehatan, pegiat kesehatan ibu dan anak, serta berbagai pihak yang telah memberikan perhatian, masukan, dan saran terhadap pelaksanaan Program MBG. “Kami berterima kasih atas perhatian dan masukan yang diberikan,” pungkas Dadan.




















