Headline.co.id, Pekanbaru ~ Program bantuan sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia untuk perayaan Iduladha 2026 memberikan semangat baru bagi peternak sapi di Provinsi Riau. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Riau mengamati adanya peningkatan kualitas dalam budidaya ternak di kalangan masyarakat setempat.
Kepala DPKH Riau, Mimi Yuliani Nazir, menyatakan bahwa peningkatan kualitas ternak terlihat dari bobot sapi yang terpilih tahun ini, yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. “Kita bisa melihat peternak-peternak kita memiliki kemampuan untuk membudidayakan sapi dengan baik. Tahun ini berat sapi yang terpilih rata-rata meningkat. Bahkan, peningkatan bobotnya mencapai 60 kg dari sapi tahun lalu,” ujar Mimi di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Selasa (19/5/2026).
Mimi menjelaskan bahwa sapi bantuan Presiden tahun ini memiliki bobot yang bervariasi, mulai dari 731 kg hingga lebih dari satu ton. Rata-rata bobot sapi yang lolos seleksi mencapai sekitar 901 kg. Sapi dengan bobot terbesar berasal dari peternak Franto KSR di Riau, yang mengusulkan sapi jenis simental dengan berat mencapai 1.013 kg untuk tingkat provinsi.
Selain itu, beberapa daerah lain juga mengirimkan sapi berbobot besar, di antaranya Kabupaten Indragiri Hilir dengan sapi jenis Brangus berbobot 1.000 kg serta Kabupaten Bengkalis dengan sapi simental berbobot 961 kg. Mimi menambahkan bahwa peningkatan kualitas ternak tersebut tidak terlepas dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan DPKH Riau kepada para peternak di berbagai daerah.
“Dengan pembinaan dari PKH, mudah-mudahan tahun depan sapi yang terpilih bisa lebih berat lagi,” katanya. Ia berharap program bantuan sapi Presiden tidak hanya menjadi agenda rutin Iduladha, tetapi juga mampu memotivasi peternak untuk meningkatkan pola pemeliharaan, kesehatan ternak, hingga kualitas pakan. “Adanya bantuan sapi Presiden ini juga memotivasi peternak untuk terus mengembangkan budidaya sapi mereka agar tahun depan kembali bisa terpilih,” tutup Mimi.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau telah mengusulkan sapi-sapi terbaik dari seluruh kabupaten/kota berdasarkan kriteria bobot, kesehatan, kondisi fisik, serta kesiapan distribusi sesuai arahan Sekretariat Presiden dan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.




















