Headline.co.id, Jogja ~ Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi menerima pengalihan Hak Ekonomi Tes Kognitif AJT dari PT Melintas Cakrawala Indonesia (MCI). Penandatanganan perjanjian pengalihan ini berlangsung pada Kamis (7/5) di Ruang D-506 Fakultas Psikologi UGM. Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., dan Direktur PT MCI, Kevin Soetikno, menandatangani perjanjian tersebut, disaksikan oleh para pendiri, tim pengembang lintas generasi, serta akademisi senior yang terlibat sejak awal pengembangan AJT.
Tes Kognitif AJT telah dikembangkan sejak tahun 2011 sebagai respons terhadap kebutuhan akan instrumen asesmen kognitif yang lebih sesuai dengan konteks Indonesia. Berbeda dengan tes kecerdasan konvensional yang menghasilkan satu angka IQ, AJT didasarkan pada teori CHC (Cattell-Horn-Carroll), yang merupakan kerangka ilmiah modern tentang inteligensi manusia. Tes ini memberikan profil kognitif yang lebih rinci, menggambarkan kekuatan dan hambatan individu. AJT dapat diadministrasikan secara individual selama dua hingga lima jam dan hanya dapat digunakan oleh psikolog tersertifikasi.
Kevin Soetikno, Direktur PT MCI, menyatakan bahwa pengalihan ini didasari kepercayaan besar terhadap Fakultas Psikologi UGM sebagai institusi yang tepat untuk melanjutkan visi AJT. “Kami percaya bahwa di tangan UGM, AJT ini ke depannya lebih tepat dan bisa berkembang serta dipelihara dengan baik,” ujarnya dalam keterangan yang dikirim Senin (18/5).
Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, menegaskan komitmen fakultas untuk melanjutkan pengembangan AJT secara berkelanjutan. Ini termasuk pembaruan sistem, pelatihan pengguna, serta eksplorasi pengembangan lebih lanjut agar manfaatnya semakin luas. “Semoga ini bukan akhir dari kerja sama, tetapi justru awal dari kolaborasi yang terus berkembang,” tegasnya. Pengalihan ini menandai tahap baru pengelolaan AJT di bawah Fakultas Psikologi UGM, sekaligus membuka ruang pengembangan lebih lanjut bagi instrumen psikodiagnostika yang dirancang dan dibangun di Indonesia.
Fakultas Psikologi UGM telah terlibat dalam pengembangan AJT sejak tahap konseptual, penyusunan instrumen, hingga standardisasi, dengan dukungan Yayasan Dharma Bermakna dan kemudian PT MCI. Selama lebih dari satu dekade, Yayasan Tahija melalui Yayasan Dharma Bermakna dan PT MCI mendukung pengembangan AJT melalui investasi riset, pengembangan instrumen, pembangunan aplikasi, serta kolaborasi dengan berbagai ahli.
Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog, dosen Fakultas Psikologi UGM, menilai AJT membantu psikolog memberikan gambaran yang lebih utuh bagi keluarga. Ia mencontohkan pengalaman ketika hasil AJT menunjukkan satu kekuatan spesifik pada seorang anak yang sebelumnya dipandang memiliki banyak keterbatasan. “Ibunya menangis dan bilang, ‘Berarti ada harapan ya, Bu, untuk anak saya.’ Itulah yang membuat saya tidak bisa kembali ke alat tes yang lain,” ungkapnya.
Laurel Tahija, Komisaris PT Melintas Cakrawala Indonesia, melalui Kevin Soetikno, menyampaikan harapan agar AJT terus dimanfaatkan dan dikembangkan untuk kepentingan pendidikan serta masyarakat. Pengalihan Hak Ekonomi ini menandai keberlanjutan pengelolaan AJT oleh Fakultas Psikologi UGM dalam pengembangan layanan asesmen psikologi berbasis riset di Indonesia.




















