Headline.co.id, Bantul ~ Seorang pria berinisial BS (49), warga Mergangsan Lor, Wirogunan, Mergangsan, Yogyakarta, meninggal dunia secara mendadak saat berada di sebuah warung angkringan di wilayah Kapanewon Imogiri, Bantul, Kamis (7/5/2026) sore. Korban diketahui sempat mengobrol dan minum teh panas bersama rekannya sebelum tiba-tiba terlihat lemas dan tidak sadarkan diri. Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan bersama tim medis. Hasil pemeriksaan awal menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di Warung Angkringan Pak Eteh, Dusun Prenggan RT 04, Kalurahan Karangtalun, Kapanewon Imogiri, Bantul.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan korban datang ke lokasi bersama seorang rekannya setelah menunaikan salat Ashar.
“Saksi kedua bersama korban berangkat dari rumah kontrakan di Dusun Manggung RT 01 Wukirsari Imogiri menuju warung angkringan untuk nongkrong, mengobrol sambil minum teh panas,” ujar Iptu Rita Hidayanto kepada headline.co.id.
Dalam laporan kepolisian disebutkan, korban berada di warung sekitar satu jam sebelum kondisinya tiba-tiba melemah. Saksi yang berada di lokasi sempat mencoba membangunkan korban.
“Setelah ngobrol kurang lebih satu jam korban terlihat lemas, sehingga saksi memanggil-manggil korban agar kembali tersadar, namun korban sudah tidak merespon,” jelasnya.
Melihat kondisi tersebut, saksi bersama warga sekitar berupaya memberikan pertolongan dan segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Imogiri.
Petugas kepolisian bersama tim medis Puskesmas Imogiri 1 kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya unsur kekerasan ataupun penganiayaan.
“INAFIS dan petugas Puskesmas Imogiri 1 menyatakan bahwa korban tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Korban memiliki riwayat sakit diabetes dan jantung,” kata Rita.
Dalam penanganan kejadian itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang milik korban berupa satu tas warna hitam yang berisi KTP dan telepon genggam dengan casing merah serta sebuah topi warna hitam.
Selain melakukan olah tempat kejadian perkara, petugas juga mendata identitas saksi dan korban guna kepentingan administrasi kepolisian.
Setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan dan pihak keluarga menerima kejadian tersebut, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Dusun Manggung RT 01 Wukirsari, Imogiri.
“Setelah dilakukan serangkaian proses oleh INAFIS Polres Bantul, petugas piket Polsek Imogiri dan tim medis Puskesmas Imogiri 1 serta dilakukan koordinasi dengan pihak keluarga dan keluarga menerima, maka jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka,” tutup Rita.






















