Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan bahwa investasi dari masyarakat telah mencapai Rp54 triliun untuk pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan pada Kamis (16/4/2026) bahwa dana tersebut telah digunakan untuk membangun sekitar 27 ribu SPPG dari Sabang hingga Merauke, yang seluruhnya didanai oleh investasi masyarakat dan mitra.
Dadan menjelaskan bahwa pembangunan SPPG oleh masyarakat berlangsung lebih cepat dibandingkan jika hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Pada tahun 2025, BGN memiliki anggaran sekitar Rp6 triliun yang hanya mampu membangun 315 unit SPPG, dan belum semuanya dapat dioperasikan. Sebaliknya, keterlibatan investor memungkinkan percepatan pembangunan dapur MBG secara masif di berbagai daerah.
Selama proses pembangunan, satu unit SPPG mampu menyerap sekitar 15 hingga 20 tenaga kerja lokal dan mendorong perputaran material di daerah. Setelah beroperasi, setiap SPPG mengelola anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan, dengan 70 persen digunakan untuk membeli bahan baku dari petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sekitar 20 persen dari anggaran digunakan untuk operasional, termasuk menggaji 47 relawan lokal dengan pendapatan berkisar Rp2,4 juta hingga Rp3,2 juta per orang, sementara 10 persen sisanya digunakan untuk pengembalian investasi. “Sekarang tidak pernah terdengar lagi ada produk pertanian yang dibuang-buang, semua termanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Kepala BGN.
Program MBG juga telah melibatkan sekitar 1,1 juta relawan di seluruh Indonesia dan memberikan manfaat kepada sekitar 62 juta penerima, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Menurut Kepala BGN, partisipasi masyarakat yang besar menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya menjadi intervensi gizi, tetapi juga penggerak ekonomi nasional berbasis komunitas.
BGN berharap kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dapat terus diperkuat guna memperluas jangkauan SPPG, termasuk ke wilayah terpencil yang ditargetkan mencapai 9 ribu unit untuk melayani sekitar 3 juta penduduk.






















