Headline.co.id, Medan ~ Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC)-2026 mengadakan kegiatan dukungan psikologis bagi personel yang bertugas di wilayah rawan Papua Pegunungan. Kegiatan ini berlangsung di Pos Satgas Tindak Sektor Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada Rabu (6/5/2026). Dipimpin oleh Iptu Dr. Chintya Widodo dari Satgas Banops Damai Cartenz-2026, kegiatan ini melibatkan tim psikologi yang memberikan pendampingan langsung kepada personel.
Pendampingan psikologis ini dipimpin oleh Ipda Vico Lesmana, S.Psi., M.Sc., yang bertugas sebagai Pa Psikologi Satgas Banops ODC-2026. Tujuan dari program ini adalah untuk menjaga kondisi mental, meningkatkan semangat kerja, dan memperkuat ketahanan psikologis personel yang bertugas di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.
Kegiatan ini diikuti oleh 18 dari total 36 personel yang bertugas di sektor tersebut. Dansektor Kiwirok Satgas ODC-2026, Iptu Enabel Julian Kanit, S.Pd., memimpin pelaksanaan kegiatan di pos tersebut. Kaops Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menekankan pentingnya kesehatan mental personel dalam mendukung keberhasilan operasi di Papua.
“Selain kesiapan fisik dan kemampuan teknis, kondisi psikologis personel juga harus menjadi perhatian utama. Melalui kegiatan support psikologi ini, kami ingin memastikan seluruh personel tetap memiliki semangat, motivasi, dan mental yang kuat dalam menjalankan tugas negara,” ujar Kaops Damai Cartenz-2026.
Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa pendekatan humanis diterapkan tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada personel melalui pendampingan psikologis secara berkala. “Personel yang bertugas di daerah pegunungan memiliki tantangan tersendiri, baik faktor cuaca, medan, maupun tekanan tugas. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga soliditas, moril, dan kesiapan anggota di lapangan,” kata Wakaops.
Selain sesi pendampingan dan penguatan mental, personel juga diberikan motivasi serta pendekatan interpersonal guna mengurangi tingkat stres dan kelelahan selama menjalankan tugas operasi di wilayah pegunungan Papua.






















