Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) menjalin kerja sama dengan Dompet Dhuafa untuk memperkuat pemulihan ekonomi masyarakat setelah bencana hidrometeorologi. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Istana Gubernuran pada Selasa, 5 Mei 2026. Fokus utama dari kolaborasi ini adalah penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Program MUFAKAT, yaitu skema pembiayaan mikro berbasis syariah tanpa bunga bagi pelaku usaha yang terdampak bencana.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. “Kerja sama ini bertujuan membantu UMKM terdampak agar dapat kembali bangkit melalui pembiayaan nol persen. Ini sebuah terobosan, karena belum ada skema seperti ini sebelumnya,” ujar Mahyeldi. Ia menambahkan bahwa sektor UMKM adalah kelompok yang paling rentan saat terjadi bencana karena sangat bergantung pada kelancaran aktivitas ekonomi dan distribusi.
Mahyeldi mencontohkan kejadian terputusnya akses jalan di kawasan Lembah Anai pada tahun 2024 yang menyebabkan gangguan aktivitas ekonomi dengan kerugian mencapai Rp40 miliar per hari. “Ketika akses terputus, UMKM langsung terpukul. Bahkan usaha kuliner yang sudah memiliki nama besar seperti Sate Mak Syukur juga sempat tutup sementara,” ungkapnya. Ia menekankan pentingnya keberlangsungan usaha masyarakat agar proses pemulihan ekonomi dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
Ketua Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menyatakan bahwa lembaganya berkomitmen untuk memperluas program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah. “Kami fokus membantu penyintas bencana banjir dan longsor, sekaligus memperluas pemberdayaan ekonomi di berbagai sektor dan wilayah,” ujarnya. Ahmad berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Sumbar.
Ia juga menyebutkan bahwa program serupa direncanakan akan diterapkan di lima provinsi lain di Indonesia sepanjang tahun ini. “Mudah-mudahan kerja sama ini semakin memperluas manfaat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, baik di Sumatera Barat maupun secara nasional,” tambahnya. Dalam kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan kerja sama program microfinance Dompet Dhuafa dan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) sebagai bagian dari penguatan ekosistem pembiayaan UMKM berbasis syariah di Sumbar.




















