Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI baru-baru ini menuai sorotan setelah mengklaim telah menggandeng puluhan platform digital atau homeless media untuk memperkuat strategi komunikasi publik pemerintah. Melalui wadah bernama Indonesia New Media Forum (INMF), pemerintah awalnya menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menjangkau generasi muda dan menekan hoaks di ruang digital. Namun, pengumuman tersebut langsung memicu reaksi keras dari sejumlah media yang namanya ikut dicatut.
Berkembangnya isu bahwa pemerintah merekrut platform-platform digital ini sebagai mitra komunikasi publik membuat beberapa media segera angkat bicara. Mereka meluruskan informasi untuk menjaga independensi redaksional dan mencegah persepsi publik bahwa mereka berada di bawah pengaruh agenda politik pemerintah.
Bantahan tegas salah satunya datang dari USS Feed. Melalui unggahan “Pernyataan Sikap” di instagram resminya, USS Feed menampik keras adanya pertemuan atau kesepakatan dengan pihak pemerintah. Mereka juga menegaskan komitmennya untuk tetap berpihak pada masyarakat.
“Kami ingin meluruskan bahwa USS Feed tidak pernah bertemu, menghadiri agenda, ataupun membuat kerja sama dan kesepakatan apa pun dengan Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom), baik secara langsung maupun tidak langsung. Jadi, informasi yang saat ini beredar terkait hal tersebut tidak benar,” tulis pihak USS Feed.
“USS Feed percaya bahwa independensi dan keberpihakan pada aspirasi publik merupakan nilai yang harus dijaga,” lanjut pernyataan tersebut.
Menyusul USS Feed, Cretivox juga merilis “Pernyataan Sikap” resmi melalui akun media sosial mereka. Sebagai perusahaan media kreatif, Cretivox membantah keras klaim keterlibatan dengan Bakom RI dan menekankan komitmen independensi mereka.
“Menanggapi pernyataan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI dalam pemberitaan yang beredar belakangan ini, kami ingin menyampaikan bahwa CRETIVOX tidak pernah menghadiri maupun terlibat dalam agenda yang dimaksud bersama Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom), termasuk dalam bentuk kerja sama, kesepakatan, ataupun bentuk keterlibatan lainnya,” tulis pihak Cretivox di akun istagram resminya.
Bantahan serupa juga datang dari Ngomongin Uang. Dalam pernyataan resminya, tim Ngomongin Uang menegaskan bahwa mereka tidak pernah menerima undangan atau melakukan komunikasi dalam bentuk apa pun dengan pihak Bakom RI.
“Tim Ngomongin Uang TIDAK PERNAH menerima undangan, menghadiri pertemuan, maupun melakukan komunikasi, baik secara digital maupun tatap muka, dengan Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM RI),” tulis mereka di akun Instagramnya.
Klarifikasi turut disampaikan oleh Big Alpha. Mereka meluruskan narasi yang menyebutkan bahwa Bakom RI membentuk dan merekrut anggota INMF. Big Alpha menegaskan bahwa INMF bukanlah forum bentukan pemerintah, melainkan inisiatif murni dari para pelaku media itu sendiri, di mana Big Alpha hanya berstatus sebagai anggota independen.
“INMF adalah forum komunikasi independen yang dibentuk atas inisiatif para pelaku new media di Indonesia, di mana BigAlpha menjadi salah satu anggotanya,” tulis Big Alpha di akun X @BigAlphaID.
Sementara itu, Narasi juga memberikan klarifikasi pada Kamis (7/5/2026) melalui akun X mereka. Narasi dengan tegas menyatakan tidak bergabung dalam INMF dan menolak dikaitkan dengan jumpa pers tersebut.
“Narasi tidak mengetahui, tidak terlibat, dan tidak menghadiri pertemuan maupun jumpa pers terkait INMF ataupun Badan Komunikasi Pemerintah pada 6 Mei 2026,” tulis Narasi di X.
Narasi juga menambahkan informasi bahwa mereka bukanlah sekadar homeless media, melainkan media resmi yang telah terdaftar dan terverifikasi oleh Dewan Pers dengan nomor sertifikat 472/DP-Verifikasi/K/XI/2019.




















