Headline.co.id, Yogyakarta ~ Driver Maxim Nico Mochtar (44), warga Driyan, Wates, Kulon Progo, meninggal dunia pada Senin (4/5/2026) pukul 22.14 WIB di RS PKU Muhammadiyah Gamping setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Godean, Sleman. Kecelakaan yang terjadi pada Sabtu (2/5/2026) tersebut melibatkan dua sepeda motor dan mengakibatkan korban mengalami cedera kepala berat. Insiden diduga dipicu pecah ban depan yang menyebabkan kendaraan korban oleng dan bertabrakan dengan pengendara dari arah berlawanan. Setelah sempat menjalani perawatan intensif dalam kondisi kritis, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kabar duka ini pertama kali diinformasikan melalui akun media sosial X @merapi_uncover dan langsung mendapat perhatian dari rekan sesama pengemudi ojek online serta masyarakat.
Kronologi Kecelakaan di Jalan Godean
Kecelakaan terjadi di Jalan Godean Km 6,5, tepatnya di depan Indomaret sebelah barat lampu merah Demak Ijo, Sidoarum, Godean, Sleman. Saat itu, Nico Mochtar mengendarai sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi AB 5264 OW sambil membawa seorang penumpang.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta keterangan saksi di lapangan, kendaraan yang dikendarai korban diduga mengalami pecah ban depan. Kondisi tersebut menyebabkan motor oleng ke kanan dan tidak dapat dikendalikan.
Dari arah berlawanan, melaju sepeda motor Suzuki Satria FU bernomor polisi G 6083 DK sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Kasi Humas Polresta Sleman IPTU Argo Anggoro, S.H., menjelaskan kronologi kejadian tersebut.
“Sesampainya di TKP, sepeda motor Honda Scoopy tiba-tiba oleng dan terjatuh ke kanan. Pada saat bersamaan dari arah berlawanan melaju sepeda motor Suzuki Satria FU, karena jarak sudah terlalu dekat sehingga terjadi tabrakan,” jelas IPTU Argo.
Korban dan Dampak Kecelakaan
Akibat kecelakaan tersebut, penumpang yang dibonceng korban berinisial PW (57), perempuan asal Cipinang, Pulo Gadung, dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Sementara itu, Nico Mochtar mengalami cedera berat di bagian kepala dan sempat dirawat dalam kondisi kritis di RS PKU Muhammadiyah Gamping hingga akhirnya meninggal dunia pada Senin malam.
Pengendara sepeda motor Suzuki Satria FU berinisial BR (29), warga Banjarnegara, dilaporkan mengalami luka lecet dan menjalani rawat jalan di RS Queen Latifa.
Duka Keluarga dan Rencana Pemakaman
Kepergian Nico Mochtar meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Almarhum meninggalkan seorang istri, Budi Purwanti, serta empat orang anak, yakni Dea Nurkayla, Salwa Salsabila, Desya Nada Azizah, dan Alicia Jasmine.
Pihak keluarga telah menjadwalkan pemakaman pada Selasa (5/5/2026) pukul 14.00 WIB di Makam Pantilaya, Driyan, Wates, Kulon Progo. Keluarga besar berharap doa dan dukungan dari masyarakat untuk menguatkan mereka dalam menghadapi musibah ini.
Sorotan Rekan Driver terhadap Penanganan Kasus
Peristiwa ini juga memunculkan perhatian dari rekan sesama driver Maxim yang tergabung dalam Perhimpunan Mitra Transportasi Online Yogyakarta (PMTOY) dan Forum Ojol Yogyakarta Bergerak (FOYB).
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial, mereka menyoroti respons dari pihak kantor operasional Maxim Yogyakarta yang dinilai belum maksimal sejak kejadian berlangsung.
“Kami sangat mengharapkan tindakan cepat dari pihak Kantor Maxim Yogyakarta untuk segera turun tangan terkait kejadian ini, mengingat ada hak-hak mitra driver dan penumpang yang harus dipenuhi,” ungahnya melalui akun X @merapi_uncover
Mereka juga menyampaikan kekecewaan atas belum adanya kunjungan atau perhatian langsung dari pihak perusahaan.
“Sampai saat ini belum ada itikad baik dari perwakilan Kantor Maxim Yogyakarta untuk menjenguk dan melihat kondisi mitra-nya,” lanjutnya.
Selain itu, para driver mendesak adanya kejelasan terkait hak asuransi dan santunan bagi korban, sebagaimana yang tercantum dalam program yang ditawarkan kepada mitra driver.























