Headline.co.id, Yogyakarta ~ Komunitas Data Sorcerers sukses menyelenggarakan program unggulannya, Sorcery Gathering #10, pada Sabtu (2/5/2026) bertempat di Gedung E8, Fakultas Pendidikan Bahasa, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Mengusung tema “Sorcery of Scale: Orkestrasi AI untuk Skalabilitas UMKM Tanpa Batas”, acara ini hadir untuk menjembatani kesenjangan antara kecanggihan Artificial Intelligence (AI) dengan realita kebutuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lapangan. Sesuai dengan visinya, Data Sorcerers ingin menciptakan masa depan di mana AI tidak lagi menjadi alat elit, melainkan katalisator perubahan inklusif yang dapat diakses oleh semua kalangan.
Acara dibuka dengan pengenalan komunitas dan dilanjutkan dengan sesi yang paling menyita perhatian, yakni penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sekaligus penyerahan website resmi kepada mitra UMKM. Berbeda dari prosesi seremonial pada umumnya, penyerahan website dan sertifikat ini dilakukan menggunakan pemanfaatan teknologi Face Recognition (pengenalan wajah), memberikan pengalaman magis dan inovatif di hadapan para peserta.
Ketiga perwakilan UMKM tersebut, yakni Okta Kurnia (Owner One Take Studio), Arif Reksa Pambudi (Pemuda Pelopor Desa & Young Ambassador Agriculture), dan Thomas Alan (Owner Joypad X) kemudian membagikan pengalaman inspiratif mereka dalam sesi Talkshow Line Up 1.
Kolaborasi Kampus dan Transformasi Operasional UMKM
Urgensi adopsi digital ini turut diamini oleh sektor pendidikan dan pemerintah. Muhammad Iqbal Fauzi, S.E., selaku Ketua Tim Pembelajaran dan Kemahasiswaan LLDIKTI Wilayah V, hadir sebagai keynote speaker membawakan tajuk “Sinergi Karsa dan Komputasi: Peran Ekosistem Kampus Meracik Talenta Digital untuk UMKM”. Ia menyoroti pentingnya peran ekosistem pendidikan tinggi dalam mencetak talenta yang siap membantu UMKM bertransformasi.
“Kami sangat mendukung pihak universitas, komunitas, atau himpunan untuk dapat berkolaborasi serta membantu UMKM. Kami juga menjembatani hal tersebut, melalui program-program seperti PKM, P2MW, ataupun yang sudah terlaksana yaitu kegiatan KKN Tematik yang diluncurkan di Kota Jogja,” ungkap Iqbal dalam sesi pemaparan materinya.
Dari kacamata praktisi, Alvin Trianto, S.Si, MBA., Founding Partner Morvis Dev, membedah akar permasalahan yang sering menjerat pelaku UMKM. Menurutnya, masalah UMKM seringkali bukan terletak pada kurangnya kerja keras, melainkan sistem operasional yang belum tertata rapi.
“Catatan masih tercecer, stok tidak terpantau, promo asal coba, hingga data customer yang tidak diolah. AI sudah ada, tapi UMKM harus tahu cara pakainya untuk membantu kerja nyata,” tegas Alvin.
Ia juga berpesan agar para pelaku usaha tidak hanya menggunakan teknologi seperti ChatGPT sebagai sekadar ‘mesin tanya-jawab’. “Jadikan AI bernilai guna untuk memecahkan masalah, membantu membaca data operasional, hingga mengevaluasi keputusan bisnis, misalnya untuk membuat ringkasan email hingga merumuskan caption produk,” tambahnya.
Lahirnya SIPAGI Tepat di Hari Pendidikan Nasional
Bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional, panggung Sorcery Gathering #10 juga menjadi saksi lahirnya mahakarya teknologi bertajuk SIPAGI. Inovasi AI yang dirancang untuk melawan stunting di Indonesia ini diciptakan oleh “Magelang Avengers”, sebuah kolaborasi lima tokoh muda lintas latar belakang yang membawa misi kemandirian teknologi bangsa.
Kelima tokoh tersebut adalah Yohanes Santoso (CEO Alesco Group), James Santoso (COO PT. Alesco Life Indonesia), Marchel A. Shevchenko (Founder Data Sorcerers), Muhammad Rezza (Praktisi Merti Tidar Berdaya), dan Aria Ganna Henryanto (Dosen Universitas Ciputra).
Lewat inovasi SIPAGI, pengguna dapat menganalisis nutrisi makanan secara real-time hanya melalui pindaian kamera. Solusi praktis ini diharapkan mampu memberikan intervensi gizi yang lebih terukur dan tepat sasaran bagi anak-anak Indonesia.
Ditutup dengan Mini E-Sport
Menutup seluruh rangkaian acara yang sarat edukasi, Founder Data Sorcerers, Marchel A. Shevchenko, menyampaikan apresiasi dan harapannya bagi para audiens. “Harapannya teman-teman yang hadir bisa mendapatkan manfaat secara nyata, mungkin dari segi income, maupun peningkatan pengetahuan,” pungkas Marchel.
Tidak sekadar berkutat pada urusan bisnis dan coding, acara Sorcery Gathering kali ini pun diakhiri dengan suasana cair lewat kompetisi hiburan Mini E-Sport PES yang didukung penuh oleh Joypad X. Sebuah penutup yang menyeimbangkan antara kerasnya inovasi teknologi dengan hangatnya kebersamaan komunitas.






















