Headline.co.id, Kulon Progo ~ Seorang remaja berinisial RFPM (14), warga Gamping, Sleman, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Sungai Progo wilayah Banjararum, Kalibawang, Kulon Progo, Jumat (1/5/2026). Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.30 WIB saat korban berenang bersama temannya. Meski telah diperingatkan terkait derasnya arus sungai, korban tetap berenang hingga akhirnya terseret arus. Tim gabungan yang melakukan pencarian menemukan korban sekitar pukul 16.10 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, saat dikonfirmasi Headline.co.id menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika korban bersama temannya datang ke Sungai Progo sekitar pukul 10.00 WIB untuk bermain.
“Korban bersama temannya datang ke sungai untuk bermain, kemudian korban berenang di aliran Sungai Progo,” jelas Iptu Sarjoko kepada Headline.co.id pada Sabtu (2/5/2025).
Menurutnya, sebelum kejadian nahas tersebut, teman korban sempat mengingatkan agar tidak berenang karena kondisi arus sungai yang deras. Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan oleh korban.
“Teman korban sudah memperingatkan bahwa arus sangat deras, namun korban tetap berenang hingga akhirnya tenggelam dan hanyut,” ujarnya.
Saat korban mulai tenggelam, teman korban sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun karena derasnya arus Sungai Progo, upaya tersebut tidak berhasil.
“Teman korban tidak sanggup menolong karena arus terlalu deras dan membahayakan,” tambahnya.
Selanjutnya, teman korban meminta bantuan kepada saksi di sekitar lokasi. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada warga hingga akhirnya dilakukan upaya pencarian.
Tim gabungan yang terdiri dari Relawan Kulon Progo, SAR Linmas DIY, dan Pol Airud Polda DIY melakukan pencarian dan penyisiran di sepanjang aliran sungai mulai pukul 15.26 WIB.
“Korban ditemukan sekitar pukul 16.10 WIB dengan jarak kurang lebih lima meter dari lokasi awal tenggelam, dalam kondisi sudah meninggal dunia,” kata Iptu Sarjoko.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RS Santo Yusuf Boro untuk pemeriksaan lebih lanjut. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya di aliran sungai, terutama saat kondisi arus sedang deras.























