Headline.co.id, Sleman ~ Seorang pria berinisial MYB (29), warga Atambua Selatan, Belu, Nusa Tenggara Timur, ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di wilayah Blimbingsari, Caturtunggal, Depok, Sleman, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Penemuan jasad ini bermula dari kecurigaan penjaga kos yang tidak melihat korban keluar kamar sejak sehari sebelumnya. Aparat Polsek Bulaksumur bersama tim Inafis Polresta Sleman dan tenaga medis dari Puskesmas Depok 3 langsung melakukan penanganan di lokasi. Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diduga telah meninggal lebih dari 24 jam tanpa ditemukan tanda kekerasan.
Kasi Humas Polresta Sleman IPTU Argo Anggoro, S.H., menjelaskan bahwa pihak kepolisian segera merespons laporan warga dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan langkah-langkah pengamanan. “Polsek Bulaksumur telah mendatangi dan mengamankan TKP, serta menghubungi Inafis Polresta Sleman dan Puskesmas Depok 3 untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Argo kepada Headline.co.id.
Peristiwa ini berawal pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, ketika penjaga kos berinisial AP (51) melakukan pengecekan kamar korban karena tidak melihat aktivitas keluar masuk seperti biasanya. Saat pintu diketuk, tidak ada respons dari dalam kamar yang dalam kondisi terkunci. Kecurigaan tersebut kemudian disampaikan kepada kerabatnya, RW (58), pada malam harinya.
Keesokan paginya, Selasa (28/4/2026), AP bersama RW kembali mencoba memastikan kondisi korban dengan mendatangi kamar kos. Namun, situasi tetap tidak berubah dan korban tidak memberikan respons. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat pedukuhan setempat yang dilanjutkan dengan laporan resmi ke Polsek Bulaksumur.
Dari keterangan penjaga kos, korban diketahui telah tinggal di rumah kos tersebut selama kurang lebih satu bulan dan hidup seorang diri. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Hasil pemeriksaan awal oleh tim medis Puskesmas Depok 3 menunjukkan bahwa korban diperkirakan telah meninggal lebih dari 24 jam sebelum ditemukan. “Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban,” jelas IPTU Argo.
Untuk memastikan penyebab kematian secara lebih mendalam, jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara guna dilakukan pemeriksaan lanjutan.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti prosedur yang benar apabila menemukan kejadian serupa.
“Jika menemukan jenazah, masyarakat diharapkan tidak panik atau langsung menyentuh, segera amankan lokasi dan laporkan ke pihak kepolisian. Selain itu, jangan menyebarkan asumsi atau foto maupun video jenazah di media sosial yang dapat menimbulkan keresahan atau menghambat proses penyidikan,” tegas Argo.






















