Headline.co.id, Rangkasbitung ~ Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, memaparkan strategi dan capaian Pemerintah Kabupaten Lebak dalam mengatasi stunting dan memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Hal ini disampaikan saat kunjungan kerja Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, di Kabupaten Lebak, Banten, pada Kamis (30/4/2026). Amir menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan geografis Lebak yang luas dan berbukit. Wilayah Lebak mencakup sekitar 34 persen dari Provinsi Banten, sehingga memerlukan pendekatan khusus dalam pelayanan pembangunan.
Salah satu pencapaian yang diunggulkan adalah perkembangan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB). Dari total 340 desa dan lima kelurahan, sebanyak 188 Kampung KB telah masuk kategori berkelanjutan. “Salah satu percontohan terbaik adalah Desa Cirende, Kecamatan Cilograng, yang meraih juara tiga tingkat nasional untuk Kampung KB,” ungkap Amir. Ia menjelaskan bahwa inovasi Desa Cirende terletak pada pemanfaatan pekarangan sebagai sarana edukasi nutrisi keluarga. Praktik ini bahkan masuk dalam 16 profil pendampingan keluarga berisiko stunting yang dibukukan secara nasional.
Mengenai stunting, Amir mengakui adanya perbedaan data antar sumber, namun secara umum menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Lebak tercatat sebesar 32,4 persen. Sementara itu, data elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) menunjukkan angka stunting turun dari 4,47 persen pada 2024 menjadi 4,36 persen pada 2025. Kesadaran masyarakat terhadap program Keluarga Berencana (KB) juga tergolong tinggi, dengan 146.079 akseptor atau 89,4 persen tercatat sebagai peserta KB aktif. “Kami juga berhasil menekan unmet need atau kebutuhan KB yang tidak terpenuhi hingga 3,28 persen, di bawah target nasional,” jelasnya.
Pemkab Lebak juga mempercepat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari total kuota 265 unit, sebanyak 193 unit telah dibangun, termasuk di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Khusus bagi masyarakat adat Baduy, Pemkab mengusulkan inovasi SPPG Leuit di Ciboleger dan Cijahe. Program ini dirancang untuk memastikan distribusi makanan bergizi tetap berjalan tanpa bertentangan dengan nilai dan adat istiadat setempat.
Amir juga menyoroti hubungan stunting dan kemiskinan ekstrem, terutama di wilayah sekitar taman nasional dan kawasan perkebunan. Sebagai solusi, Pemkab Lebak mengusulkan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Lebak Gedong dan Cibeber agar masyarakat dapat mengelola potensi lokal secara legal dan berkelanjutan.





















