Headline.co.id, Surabaya ~ Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur menekankan pentingnya peningkatan kualitas relawan, kesiapsiagaan bencana, serta peningkatan standar pelayanan darah dalam pengelolaan organisasi PMI di daerah. Hal ini disampaikan oleh Ketua PMI Jawa Timur, H. Imam Utomo S, saat menghadiri pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Ponorogo masa bakti 2026–2031 di Pendopo Agung Ponorogo.
Imam Utomo menyatakan bahwa pengurus PMI harus menjalankan organisasi berdasarkan prinsip kemanusiaan, integritas, serta ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan. “Inti dari PMI adalah kemanusiaan. Menolong sesama tanpa membedakan latar belakang dan tanpa pamrih,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan mutu pelayanan darah melalui pemenuhan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM. Beberapa PMI daerah di Jawa Timur telah memperoleh sertifikasi tersebut, sementara daerah lainnya masih dalam proses pemenuhan persyaratan. PMI Ponorogo diharapkan segera menyiapkan berbagai kebutuhan administrasi dan teknis agar kualitas pelayanan transfusi darah semakin terjamin dan aman bagi masyarakat.
Selain pelayanan darah, Imam Utomo menilai regenerasi relawan menjadi tantangan penting yang harus dipersiapkan sejak dini. Program Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam mencetak relawan yang terampil dan siap diterjunkan saat dibutuhkan. “Tidak harus banyak, tetapi harus benar-benar dilatih dan siap menjalankan tugas kemanusiaan,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa potensi bencana di Jawa Timur masih cukup tinggi, termasuk ancaman tanah longsor dan bencana hidrometeorologi lainnya. Oleh karena itu, koordinasi PMI dan BPBD di daerah perlu terus diperkuat agar penanganan kebencanaan berjalan cepat dan efektif.
Ketua PMI Ponorogo, Luhur Karsanto, mengatakan pihaknya akan memperkuat sinergi dengan rumah sakit pemerintah maupun swasta untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penyediaan darah. Menurutnya, upaya menuju standar CPOB menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan PMI Ponorogo ke depan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menilai PMI memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah, baik dalam penanggulangan bencana maupun pelayanan sosial kemanusiaan. “PMI bukan hanya organisasi sosial, tetapi juga bagian penting dalam pelayanan kemanusiaan yang langsung dirasakan masyarakat,” tambahnya. (MC Prov Jatim /hjr/eyv)





















