Headline.co.id, Sleman ~ Masyarakat Padukuhan Ngropoh di Kalurahan Condongcatur, Sleman, menunjukkan komitmen mereka terhadap pemberdayaan warga lanjut usia dengan mengaktifkan kembali Sekolah Lansia Sekar Melati. Kegiatan ini dilaksanakan secara mandiri di Balai Padukuhan Ngropoh pada Rabu, 29 April 2026. Langkah ini diambil setelah program formal jenjang S1/S2 yang sebelumnya diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman dihentikan.
Keputusan untuk melanjutkan sekolah ini secara swadaya diambil dalam rapat pengurus pada 13 April 2026. Rapat tersebut melibatkan kepala sekolah, kader, pendamping, serta perwakilan lansia dari setiap RT. Meskipun tidak mendapatkan dukungan anggaran formal penuh dari pemerintah, program ini tetap berada di bawah pendampingan teknis Dinas P3AP2KB agar selaras dengan kebijakan daerah.
Dukuh Ngropoh, Nurdin Widodo, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif warga dan pengurus. Menurutnya, antusiasme peserta yang tetap tinggi menunjukkan bahwa ruang belajar bagi lansia merupakan kebutuhan penting untuk meningkatkan kualitas hidup di masa tua. “Antusiasme peserta yang tetap tinggi membuktikan bahwa ruang belajar bagi lansia merupakan kebutuhan krusial guna meningkatkan kualitas hidup di masa tua,” ujar Nurdin.
Nurdin juga menyatakan bahwa aktifnya kembali sekolah ini memperkuat posisi Padukuhan Ngropoh sebagai wilayah yang ramah lansia dan inklusif. Ia berharap kegiatan ini dapat menjaga produktivitas dan kebahagiaan warga senior di wilayahnya. Pada tahun 2026, Sekolah Lansia Sekar Melati direncanakan akan menyelenggarakan delapan kali pertemuan bulanan.
Materi yang disusun disesuaikan dengan kebutuhan fisik dan psikis lansia, dan kegiatan ini akan ditutup dengan prosesi wisuda pada akhir tahun sebagai bentuk apresiasi bagi para peserta. Sebagai pembuka rangkaian pembelajaran, peserta diberikan sosialisasi kesehatan mengenai Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Materi tersebut disampaikan oleh dr. Raninditya Damayanti, Sp.P, seorang spesialis paru dari RS Hermina, guna memberikan pemahaman praktis bagi lansia dalam menjaga kesehatan sistem pernapasan. “Materi ini penting untuk memberikan pemahaman praktis bagi lansia dalam menjaga kesehatan sistem pernapasan,” pungkas Nurdin.






















