Highlight Berita IHSG Hari Ini:
- IHSG hari ini ditutup menguat 2,34 persen ke level 5.881,23 pada sesi pertama perdagangan Rabu (10/6/2026).
- Penguatan IHSG terjadi di tengah rupiah yang menguat dengan posisi dolar AS berada di kisaran Rp17.954. Sebanyak 543 saham naik, 151 saham turun, dan 118 saham bergerak stagnan.
- Nilai transaksi saham mencapai Rp19,9 triliun dengan volume perdagangan 31,7 miliar saham. Seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia kompak berada di zona hijau.
- Sektor teknologi menjadi pendorong utama dengan kenaikan tertinggi sebesar 4,3 persen.
- Sektor keuangan menguat 3,34 persen, transportasi 3,18 persen, dan properti 2,64 persen.
- Indeks saham unggulan LQ45 turut naik 2,46 persen menjadi 583,32.
- IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.939,35 dan terendah 5.677,96 selama sesi pertama. Di tengah reli pasar, saham PSAB justru melemah 1,83 persen ke level Rp535 per saham.
Headline.co.id, Jakarta ~ IHSG hari ini kembali mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan saham Rabu (10/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 2,34 persen ke level 5.881,23 pada sesi pertama perdagangan. Kenaikan ini terjadi di tengah penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) serta didukung oleh menguatnya seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia.
Pergerakan IHSG hari ini menunjukkan sentimen positif yang cukup kuat di pasar modal domestik. Berdasarkan data RTI, tidak hanya IHSG yang menguat, indeks saham unggulan LQ45 juga naik 2,46 persen menjadi 583,32. Seluruh indeks saham acuan tercatat bergerak di zona hijau hingga akhir sesi pertama.
Kinerja IHSG hari ini juga didorong oleh dominasi saham-saham yang menguat. Sebanyak 543 saham mengalami kenaikan harga, sementara 151 saham melemah dan 118 saham lainnya bergerak stagnan. Kondisi tersebut mencerminkan optimisme investor yang cukup luas di berbagai sektor industri.
Seluruh Sektor Saham Kompak Menguat
Pada sesi pertama perdagangan, IHSG sempat bergerak di level tertinggi 5.939,35 dan level terendah 5.677,96. Penguatan terjadi secara merata di seluruh sektor yang menjadi penopang utama laju indeks.
Sektor teknologi menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi, yakni sebesar 4,3 persen. Selanjutnya sektor keuangan menguat 3,34 persen, sektor transportasi naik 3,18 persen, serta sektor properti bertambah 2,64 persen.
Selain itu, sektor energi menguat 2,45 persen, sektor industri naik 2,44 persen, sektor basic materials bertambah 2,38 persen, sektor consumer cyclical naik 1,16 persen, sektor infrastruktur menguat 1,07 persen, sektor kesehatan naik 0,75 persen, dan sektor consumer non-cyclical bertambah 0,46 persen.
Penguatan yang terjadi di seluruh sektor menunjukkan dukungan pasar yang cukup solid terhadap pergerakan indeks sepanjang sesi pertama perdagangan.
Aktivitas Transaksi Saham Tembus Rp19,9 Triliun
Aktivitas perdagangan saham pada Rabu siang terpantau cukup ramai. Total frekuensi perdagangan mencapai 2.043.629 kali transaksi dengan volume perdagangan sebanyak 31,7 miliar saham.
Sementara itu, nilai transaksi harian saham pada sesi pertama mencapai Rp19,9 triliun. Tingginya aktivitas transaksi tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya minat pelaku pasar terhadap perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah juga menunjukkan penguatan. Posisi dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran Rp17.954.
Saham PSAB Bergerak Melemah di Tengah Penguatan Pasar
Di tengah reli penguatan pasar saham, pergerakan saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) justru berada di zona merah.
Saham PSAB ditutup turun 1,83 persen menjadi Rp535 per saham. Pada pembukaan perdagangan, saham tersebut sempat naik lima poin ke level Rp550 per saham.
Sepanjang sesi pertama, saham PSAB bergerak di rentang harga Rp530 hingga Rp550 per saham. Total frekuensi perdagangan saham PSAB tercatat sebanyak 7.596 kali dengan volume transaksi mencapai 612.325 saham.
Nilai transaksi saham PSAB pada sesi pertama mencapai sekitar Rp33 miliar.
Meski terdapat sejumlah saham yang mengalami koreksi, dominasi saham-saham yang menguat dan penghijauan seluruh sektor berhasil mendorong IHSG menutup sesi pertama perdagangan dengan kenaikan yang cukup kuat pada Rabu (10/6/2026).





















