Headline.co.id, Wakil Gubernur Gorontalo ~ Idah Syahidah Rusli Habibie, mengamati adanya sisa makanan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 3 Telaga, Kabupaten Gorontalo, pada Selasa (28/4/2026). Temuan ini mendorong Idah untuk mengimbau para tenaga pendidik agar lebih aktif mendampingi siswa demi memastikan pemenuhan gizi berjalan dengan baik. Peninjauan tersebut dilakukan Idah dalam rangka mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, serta Gubernur Gorontalo.
Sebelum rombongan utama tiba, Idah terlebih dahulu memeriksa langsung proses distribusi dan konsumsi makanan di sekolah tersebut. Dalam dialognya dengan para siswa, Idah mencatat bahwa sebagian besar siswa berasal dari keluarga kurang mampu, sehingga program MBG sangat penting bagi kesehatan mereka. Namun, ia menyayangkan masih ada siswa yang tidak menghabiskan porsi makanan yang telah disediakan.
“Dari sisi kesehatan, makanan yang sudah dimasak sebaiknya segera dikonsumsi. Jangan sampai dibawa pulang dan tidak dimakan tepat waktu,” ujar Idah di sela-sela peninjauan. Ia menekankan bahwa kualitas menu yang disajikan sudah sangat baik dan layak konsumsi. Untuk mengurangi makanan yang terbuang, Idah meminta peran aktif para guru di sekolah untuk mengawasi saat jam makan berlangsung.
“Saya minta ibu dan bapak guru untuk mendampingi anak-anak saat makan MBG, agar makanan yang disediakan tidak terbuang dan benar-benar memberi manfaat. Apalagi ini saya lihat menunya enak,” tambahnya. Selain fokus pada program gizi, Idah juga menyempatkan diri untuk mengecek sarana dan prasarana sekolah. SMP Negeri 3 Telaga merupakan salah satu penerima program revitalisasi dari pemerintah pusat.
Idah memberikan apresiasi atas kondisi ruang kelas, laboratorium, hingga fasilitas toilet yang terjaga kebersihannya. Ia berharap sinergi fasilitas pendidikan yang memadai dan program kesehatan seperti MBG dapat berjalan beriringan untuk mencetak generasi yang berkualitas. Menurutnya, pemanfaatan program pemerintah harus dilakukan secara optimal agar tujuan peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan siswa tercapai secara maksimal.




















